Abstrak
Metafora Konseptual tentang Polisi dalam Unggahan Akun Media Sosial X @DivHumas_Polri dan @barengwarga
Oleh :
Salma Arezha - B0222070 - Fak. Ilmu Budaya
Penelitian ini dilakukan karena pemetaan metafora konseptual tentang polisi
dalam unggahan @DivHumas_Polri dan @barengwarga ditemukan berbeda.
Perbedaan ini dapat memengaruhi tingkat kepercayaan sipil terhadap Polri. Dalam
penelitian ini, penyelesaian masalah diupayakan dengan cara mendeskripsikan
penggunaan jenis metafora dan skema citra dalam kalimat yang mengandung
metafora konseptual tentang polisi dalam unggahan akun @DivHumas_Polri dan
@barengwarga.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (i) bagaimana jenis metafora
konseptual tentang polisi dalam unggahan akun @DivHumas_Polri dan
@barengwarga di aplikasi X, dan (ii) bagaimana kategori skema citra pada metafora
konseptual tentang polisi dalam unggahan akun @DivHumas_Polri dan
@barengwarga di aplikasi X?
Tujuan penelitian ini mencakup dua hal, yaitu (i) mendeskripsikan jenis
metafora konseptual tentang polisi dalam unggahan @DivHumas_Polri dan
@barengwarga di aplikasi X, dan (ii) mendeskripsikan kategori skema citra pada
metafora konseptual tentang polisi dalam unggahan akun @DivHumas_Polri dan
@barengwarga di aplikasi X.
Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan
data berupa simak dan catat. Data dianalisis menggunakan metode padan referensial
dengan teknik dasar PUP dan teknik lanjutan HBB, HBS, dan HBSP. Data
penelitian terdiri dari objek berupa kalimat yang mengandung metafora konseptual
tentang polisi dalam unggahan akun @DivHumas_Polri dan @barengwarga di
aplikasi media sosial X periode Januari hingga Desember 2025.
Berdasarkan penelitian ini, ditemukan 31 pemetaan metafora konseptual
tentang polisi dalam unggahan @DivHumas_Polri dan @barengwarga. Temuan
tersebut terdiri dari tujuh belas jenis struktural, tiga belas jenis ontologis, dan satu
jenis orientasional. Selain itu, didapatkan penggunaan tujuh kategori skema citra,
yaitu space, scale, container, force, unity, identity, dan existence. Pemetaan konsep
polisi sebagai pemburu, penegak hukum, pelindung, pengayom, dan tameng
ditemukan pada kedua sumber data. Hal ini karena konsep pembanding
menggandung komponen makna yang melambangkan realitas fungsional polisi di
masyarakat. Kelima pemetaan tersebut digunakan sebagai konsep yang sama untuk
menjelaskan keberadaan abstrak polisi di masyarakat.