Abstrak
Pengaruh Parasocial Relationship terhadap Niat Beli Merchandise Musisi: Peran Mediasi Kredibilitas Musisi dan Sikap terhadap Merchandise
Oleh :
Aulia An Nuur Syifa - F0422013 - Fak. Ekonomi dan Bisnis
Transformasi
digital dalam industri musik global telah menggeser model pendapatan musisi
dari kepemilikan fisik ke platform streaming, sehingga menciptakan monetization
gap akibat rendahnya konversi ke layanan premium. Fenomena ini mendorong
optimalisasi pendapatan alternatif melalui penjualan merchandise.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh parasocial relationship
(PSR) terhadap purchase intention (PI) merchandise musisi di
Indonesia, dengan menguji peran mediasi kredibilitas musisi (MC) dan sikap
terhadap merchandise (PAT) secara simultan. Penelitian mengadopsi
pendekatan kuantitatif dengan desain kausal-eksplanatori dan rancangan cross-sectional.
Sebanyak 292 responden valid diperoleh melalui kuesioner daring menggunakan
teknik purposive sampling, dan data dianalisis dengan metode Partial
Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) menggunakan SmartPLS.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa PSR berpengaruh positif dan signifikan
terhadap MC, PAT, dan PI secara langsung. PAT terbukti berperan sebagai
mediator parsial yang signifikan dalam hubungan antara PSR dan PI (koefisien
efek tidak langsung = 0,288; p < 0,05). Sebaliknya, MC tidak
berpengaruh signifikan terhadap PI secara langsung dan tidak terbukti sebagai
mediator (p = 0,369). Model secara keseluruhan mampu menjelaskan 49,4%
variasi PI (R² = 0,494). Temuan ini mengindikasikan bahwa penggemar
musik di Indonesia memisahkan evaluasi kredibilitas musisi dalam domain karya
seni dari keputusan konsumsi produk fisik, dan bahwa evaluasi afektif terhadap
atribut merchandise merupakan penentu utama niat beli. Penelitian ini
berkontribusi pada perluasan teori source credibility dan literatur PSR
dalam konteks hubungan penggemar–musisi di negara berkembang, sekaligus
memberikan implikasi praktis bagi manajemen artis dan pemasar merchandise
untuk mengintegrasikan strategi pembangunan kedekatan emosional digital dengan
pengembangan kualitas dan daya tarik produk secara simultan.