Abstrak


ANALISIS HASIL PENGUJIAN MESIN PENCACAH PORTABEL DENGAN METODE VARIASI LAJU PENGUMPANAN DAN RESPON TERMAL MOTOR TIPE BISON B-200


Oleh :
Sofian Faiz Arifudin - I0422138 - Fak. Teknik

Penelitian tugas akhir ini membahas terkait pada pengembangan dan analisis performa mesin pencacah organik portabel yang dirancang untuk mengatasi problematika akumulasi limbah pertanian serta peternakan yang belum terolah secara efektif di skala tingkat rumah tangga. Urgensi penelitian ini didasarkan pada data timbulan sampah nasional yang masih didominasi oleh material organik, sehingga diperlukan intervensi teknologi tepat guna yang ekonomis namun memiliki durabilitas tinggi. Tujuan utama dari perancangan ini adalah untuk memetakan karakteristik termal dan efisiensi konsumsi energi pada motor induksi satu fasa tipe Bison B-200 yang berperan sebagai penggerak utama. Metodologi penelitian yang diterapkan mencakup tahap rancang bangun purwarupa menggunakan sistem transmisi daya langsung (direct-drive) untuk meminimalisir rugi-rugi mekanis, yang kemudian dilanjutkan dengan pengujian eksperimental menggunakan variasi laju pengumpanan dan perbedaan material sampah hingga beban maksimal sebesar 750 gram. Hasil analisis data secara komprehensif menunjukkan bahwa integrasi motor Bison B-200 mampu mempertahankan stabilitas putaran pada kecepatan operasional rata-rata 2872 rpm dengan struktur rangka besi siku yang terbukti efektif dalam meredam getaran selama proses pencacahan berlangsung. Namun, observasi pada aspek termodinamika mengidentifikasi adanya kenaikan suhu yang cukup signifikan pada bodi motor hingga menyentuh angka puncak 56,5°C dalam durasi operasional kontinu selama 15 menit, yang menegaskan keterbatasan mekanisme pendinginan konveksi alami dan perlunya pengaturan siklus kerja (duty cycle) yang ketat. Dari sisi elektrikal, motor menunjukkan konsumsi arus yang stabil tanpa indikasi kemacetan (stalling), didukung oleh nilai investasi material yang sangat kompetitif sebesar Rp 709.000. Capaian akhir dari penelitian ini tidak hanya menghasilkan unit purwarupa yang mampu mereduksi dimensi limbah melalui penggunaan mata pisau, tetapi juga berhasil merumuskan prosedur operasional standar (SOP) berbasis data empiris untuk memitigasi risiko kerusakan akibat panas berlebih. Secara teknis, desain ini memberikan solusi aplikatif bagi kemandirian pengelolaan limbah organik melalui sistem yang portabel, efisien, dan memiliki peluang yang tinggi untuk mendukung ekosistem pertanian dan peternakan berkelanjutan di masa depan.