Abstrak


Kajian Ekokritik Sastra dalam Novel Batu Berkaki Karya Chandra Bientang dan Pemanfaatannya sebagai Modul Ajar Teks Berita di SMP


Oleh :
Khazimah Ila Salsabila - K1222043 - Fak. KIP

Khazimah Ila Salsabila. K1222043. Pembimbing: Prof. Dr. Sarwiji Suwandi, M.Pd. KAJIAN EKOKRITIK SASTRA DALAM NOVEL BATU BERKAKI KARYA CHANDRA BIENTANG DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI MODUL AJAR TEKS BERITA DI SMP. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Juli 2026.Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis representasi nilai-nilai ekologi dalam novel Batu Berkaki karya Chandra Bientang berdasarkan kajian ekokritik sastra dan (2) menjelaskan pemanfaatan nilai-nilai ekologi dalam novel Batu Berkaki untuk menyusun modul ajar teks berita di SMP. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan strategi analisis isi. Data dikumpulkan melalui metode simak-catat terhadap novel Batu Berkaki, wawancara dengan ahli ekokritik sastra, wawancara dengan guru Bahasa Indonesia SMP, dan wawancara dengan beberapa murid kelas VII. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber. Analisis data dilakukan dengan mengintegrasikan model Miles, dkk. (2014) dan analisis isi berbasis kerangka ekokritik Greg Garrard. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) novel Batu Berkaki merepresentasikan enam konsep ekokritik Greg Garrard, yaitu pencemaran, hutan belantara, bencana alam, tempat tinggal, binatang, dan bumi, yang menggambarkan relasi kompleks antara manusia dan lingkungan; (2) representasi nilai-nilai ekologis tersebut dapat dimanfaatkan sebagai dasar pengembangan modul ajar teks berita untuk jenjang SMP. Modul ajar yang dirancang selaras dengan Kurikulum Merdeka, bersifat mandiri, adaptif, dan mengintegrasikan pembelajaran mendalam, dengan isu lingkungan sebagai tema utama untuk meningkatkan kesadaran ekologis murid.