Abstrak
Agriculture Center Pada Kawasan Aerotropolis Yogyakarta International Airport
Oleh :
Alyandi Arfah Kallolo - I0222015 - Fak. Teknik
Pengembangan kawasan Yogyakarta
International Airport (YIA) dengan konsep Aerotropolis mendorong pertumbuhan kawasan perkotaan yang
berorientasi pada aktivitas bandara. Di sisi lain, kawasan pengembangan Aerotropolis YIA, yaitu Temon, secara historis merupakan
wilayah pertanian yang kini menghadapi tekanan urbanisasi. urbanisasi berpotensi
mengurangi luas lahan produktif serta melemahkan peran sektor agrikultur
sebagai identitas kawasan. Kondisi tersebut memerlukan pendekatan perancangan
yang tidak hanya mengakomodasi pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mampu
mengintegrasikan agrikultur sebagai bagian dari sistem perkotaan modern.Rancangan Agriculture Center di kawasan Aerotropolis
YIA diusulkan sebagai simpul yang menghubungkan kegiatan produksi, penelitian,
edukasi, rekreasi, dan distribusi hortikultura dalam satu ekosistem terpadu.
Penerapan sistem cold
chain memungkinkan peningkatan
kualitas, umur simpan, dan nilai ekonomi produk hortikultura sehingga mendukung
distribusi cepat menuju bandara sebagai gerbang ekspor sesuai prinsip Aerotropolis. Sementara itu, penerapan sistem constructed wetlands berperan dalam mendaur ulang air limbah menjadi
sumber air irigasi yang berkelanjutan, sehingga membentuk siklus sumber daya
yang lebih efisien sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan kawasan.
Selain berfungsi sebagai pusat produksi
hortikultura, Agriculture
Center juga dirancang sebagai ruang
publik yang mewadahi aktivitas edukasi, penelitian, serta kolaborasi antara
petani, masyarakat, dan akademisi. Dengan demikian, rancangan ini diharapkan
mampu menjadi katalis pengembangan ekonomi lokal, memperkuat keberlanjutan
lingkungan, serta mensinergikan sektor agrikultur dengan sistem Aerotropolis
sehingga pertumbuhan kawasan tidak menghilangkan identitas pertanian Temon,
melainkan menjadikannya sebagai nilai tambah bagi perkembangan kota dan
bandara.