Abstrak
ANALISIS UPAYA PENCEGAHAN TERSIER PENYAKIT HIPERTENSI DI KABUPATEN BOYOLALI BERDASARKAN TEORI PERILAKU TERENCANA : PATH ANALYSIS
Oleh :
Teguh Wibowo - S022408028 - Fak. Kedokteran
Latar
Belakang:
Hipertensi tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius dan faktor
risiko utama morbiditas serta mortalitas kardiovaskular. Upaya pencegahan
tersier yang efektif diperlukan untuk mencegah komplikasi dan meningkatkan
pengendalian tekanan darah. Teori Perilaku Terencana (TPB) memberikan kerangka
kerja untuk memahami upaya pencegahan tersier pada penderita hipertensi.Metode: Sebuah studi
potong lintang yang melibatkan 200 penderita hipertensi usia produktif
dilakukan di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Indonesia, dari bulan April
hingga Mei 2026. Peserta dipilih melalui pengambilan sampel acak bertingkat
terstratifikasi. Validitas instrumen dinilai menggunakan korelasi item-total yang
telah dikoreksi (r ≥ 0,514), dan reliabilitas menggunakan koefisien Cronbach’s
alpha (α ≥ 0,70). Pengendalian tekanan darah diukur menggunakan tensimeter
yang telah dikalibrasi. Data dianalisis menggunakan Generalized Structural
Equation Modeling (GSEM).Hasil: Sikap (OR=3,43;
p=0,003), norma subjektif (OR=3,97; p=0,001), dan persepsi kendali perilaku
(OR=5,42; p=0,001) secara signifikan memengaruhi niat. Niat (OR=13,28;
p<0,001) dan persepsi kendali perilaku (OR=21,43; p<0,001) secara
signifikan memengaruhi upaya pencegahan tersier. Upaya pencegahan tersier yang
baik dikaitkan dengan tekanan darah yang terkendali (OR=20,94; p<0,001). Persepsi
kendali perilaku menunjukkan efek langsung dan tidak langsung terkuat melalui
niat.Kesimpulan: TPB secara
efektif menjelaskan upaya pencegahan tersier pada penderita hipertensi usia
produktif. Upaya memperkuat persepsi kendali perilaku dan niat dapat
meningkatkan pengelolaan mandiri serta pengendalian tekanan darah.