Abstrak
INKLUSIVITAS PEMBANGUNAN PADA TATARAN REPRODUKSI KEKERASAN SIMBOLIK NEGARA
(STUDI KASUS KOPERASI MERAH PUTIH DAN BUMDES DI KECAMATAN KARANGGEDE BOYOLALI)
Oleh :
Muhammad Agung Izulhaq - F0122096 - Fak. Ekonomi dan Bisnis
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis inklusivitas pembangunan dalam proses inisiasi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) serta relasinya dengan keberadaan BUMDes di Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi terbatas, dan studi dokumentasi terhadap pemerintah desa, pengurus BUMDes, pengurus KDMP, serta masyarakat. Analisis dilakukan menggunakan kerangka kekerasan simbolik Pierre Bourdieu, ekonomi kelembagaan, serta konsep crowding-out kelembagaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehadiran KDMP dimaknai secara ambivalen: di satu sisi diterima sebagai program nasional yang sah dan berorientasi pada pemberdayaan ekonomi desa, tetapi di sisi lain memunculkan ketidakjelasan peran, asimetri informasi, dan potensi tumpang tindih dengan BUMDes. Legitimasi kebijakan, narasi pembangunan, dan dukungan sumber daya yang lebih besar membuat KDMP memiliki posisi simbolik yang lebih dominan dibandingkan BUMDes. Kondisi ini berpotensi mereproduksi kekerasan simbolik, melemahkan posisi tawar BUMDes, serta menciptakan inefisiensi ekonomi desa melalui market crowding-out. Oleh karena itu, diperlukan strategi sinergi kelembagaan yang adil, partisipatif, dan berbasis potensi lokal agar KDMP dan BUMDes dapat saling menguatkan dalam mendukung pembangunan desa yang inklusif dan berkelanjutan.