Abstrak


Pengaruh Harga Emas, Indeks S&P 500, VIX, dan Expected Inflation terhadap Harga Bitcoin pada Kondisi Ketidakpastian Ekonomi dan Geopolitik Tahun 2016–2025


Oleh :
Hanief Fikri Reza - F0122076 - Fak. Ekonomi dan Bisnis

Ketidakpastian ekonomi global dan meningkatnya risiko geopolitik telah mendorong investor untuk mencari aset alternatif yang mampu melindungi nilai kekayaan mereka. Munculnya mata uang kripto, khususnya Bitcoin, menimbulkan perdebatan mengenai kemampuannya untuk berfungsi sebagai aset safe haven atau pelindung nilai terhadap inflasi (inflation hedge) layaknya emas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh harga emas, kinerja pasar saham (S&P 500), volatilitas pasar (VIX), ekspektasi inflasi (EXP_INF), serta indeks ketidakpastian yaitu kebijakan ekonomi (EPU) dan risiko geopolitik (GPR) terhadap harga Bitcoin dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan model Autoregressive Distributed Lag (ARDL) untuk menganalisis hubungan dinamis antar variabel. Periode yang digunakan dari Januari 2016 hingga Desember 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam jangka panjang, indeks S&P 500 memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Bitcoin, yang menunjukkan adanya korelasi dengan aset berisiko. Sebaliknya, ekspektasi inflasi menunjukkan pengaruh negatif yang signifikan terhadap harga Bitcoin dalam jangka panjang. Dalam jangka pendek, kenaikan harga emas pada periode sebelumnya cenderung diikuti oleh penurunan harga Bitcoin. Sementara itu, variabel risiko seperti VIX, EPU, dan GPR tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap harga Bitcoin. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Bitcoin belum terbukti efektif sebagai instrumen pelindung nilai terhadap inflasi maupun sebagai aset aman terhadap risiko geopolitik dan kebijakan ekonomi selama periode pengamatan.