Abstrak
PENGARUH PEMBERIAN TERAPI ADJUVAN ORAL DLBS1033 TERHADAP BIOMARKER INFLAMASI, BIOMARKER NEUROREGENERASI, DAN TINGKAT KEPARAHAN PADA PASIEN DENGAN POLINEUROPATI DIABETIK: SEBUAH STUDI RANDOMIZED CONTROLLED TRIAL
Oleh :
Krisandi Hartanto - S552208002 - Fak. Kedokteran
ABSTRAK PENGARUH PEMBERIAN TERAPI ADJUVAN ORAL DLBS1033 TERHADAP
BIOMARKER INFLAMASI, BIOMARKER NEUROREGENERASI, DAN TINGKAT KEPARAHAN PADA
PASIEN DENGAN POLINEUROPATI DIABETIK: SEBUAH STUDI RANDOMIZED CONTROLLED TRIAL (Kajian terhadap Perubahan TCNS, TNF-α, NGF, dan NCS
Nervus Suralis) Krisandi Hartanto Pendahuluan:
Polineuropati diabetik memiliki mekanisme kompleks, termasuk inflamasi,
gangguan mikrosirkulasi, dan gangguan regenerasi saraf. DLBS1033 merupakan
fraksi protein bioaktif yang berasal dari Lumbricus rubellus dan
memiliki potensi aktivitas antiinflamasi, serta neuroregeneratif. Namun, bukti klinis mengenai manfaat antiinflamasi dan neuroregenerasi
DLBS1033 khususnya pada pasien polineuropati diabetik masih terbatas.Tujuan: Menganalisis
pengaruh pemberian terapi adjuvan DLBS1033 terhadap keparahan klinis, biomarker
inflamasi, neuroregenerasi, dan fungsi elektrofisiologis pada pasien dengan
polineuropati diabetik.Metode: Uji klinis randomized,
double-blind, placebo-controlled trial dilakukan pada pasien polineuropati
diabetik. Kelompok intervensi mendapatkan DLBS1033 oral (3x980 mg/hari) selama
28 hari sebagai terapi adjuvan dikombinasikan dengan terapi standar. Perubahan
nilai (Δ) dari hari ke-0 dan hari ke-28 antara kedua kelompok dianalisis secara
bivariat, dilanjutkan,
analisis kovarians (ANCOVA) dengan penyesuaian terhadap nilai baseline.Hasil: Dari 34
subjek yang menyelesaikan studi, kelompok DLBS1033 menunjukkan perubahan (Δ)
yang lebih baik secara signifikan dibandingkan kelompok kontrol: penurunan skor
TCNS (-1,000±1,118 vs. 0,177±1,015; p=0,001), peningkatan NGF (1,795±2,756 vs.
0,202±0,965; p=0,024), penurunan TNF-α (-5,185±7,332 vs. -0,086±1,703;
p=0,005), dan peningkatan amplitudo nervus suralis (0,677±0,660 vs.
-0,029±0,32; p=0,002). Setelah penyesuaian terhadap
nilai baseline menggunakan ANCOVA, kelompok DLBS1033 tetap menunjukkan
skor TCNS yang lebih rendah (p=0,004), kadar NGF yang lebih tinggi (p=0,027),
kadar TNF-α yang lebih rendah (p=0,009), serta amplitudo dan KHS nervus suralis
yang lebih tinggi (masing-masing p<0,001 dan p=0,024).Kesimpulan: Terapi
adjuvan DLBS1033 selama 28 hari memperbaiki keparahan klinis, penurunan
biomarker inflamasi, peningkatan biomarker neuroregenerasi, serta perbaikan
parameter elektrofisiologis nervus suralis pada pasien polineuropati diabetik.
Studi lanjutan dengan durasi tindak lanjut yang lebih panjang masih diperlukan.