Abstrak


Analisis Derajat Urbanisasi di Solo Raya Tahun 2024


Oleh :
Rifqi Itsna Listuaningtyas - K5419069 - Fak. KIP

Rifqi Itsna Listuaningtyas. (2026). ANALISIS DERAJAT URBANISASI DI SOLO RAYA TAHUN 2024. Surakarta: Program Studi Pendidikan Geografi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret. Pembimbing 1: Dr. Pipit Wijayanti, S.Si., M.Sc. Pembimbing 2: Dr. Rita Noviani, S.Si., M.Sc Tingginya angka urbanisasi di Solo Raya menjadi latar belakang dari peneliti untuk mengetahui tentang derajat urbanisasi yang ada di Solo Raya. penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis derajat urbanisasi yang ada di Solo Raya. Penelitian ini bertujuan untuk 1) menganalisis spasial derajat urbanisasi yang ada di Solo Raya, 2) menganalisis faktor pendorong dan penarik derajat urbanisasi di Solo Raya, dan 3) menganalisis strategi pengembangan arah urbanisasi di Solo Raya. Penelitian dilakukan di Solo Raya yang terdiri atas tujuh Kabupaten/Kota. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif yang menggunakan pendekatan komparasi keruangan. Penelitian ini dilakukan di kabupaten/kota yang ada di area Solo Raya sejumlah 7 kabupaten/kota yang masih dalam lingkup Provinsi Jawa Tengah. Populasi yang digunakan sejumlah 127 kecamatan, maka teknik sampling yang digunakan adalah total sampling sehingga sampel yang digunakan 1.577 desa untuk mengukur derajat urbanisasi di Solo Raya. Analisis derajat urbanisasi merujuk pada metode pengukuran arus urbanisasi yang dibuat oleh United Nations yakni urban center, urban cluster, dan rurals. Faktor pendorong dan penarik urbanisasi ditentukan dengan melakukan klasifikasi terhadap suatu wilayah. Tahapan analisis dimulai dengan overlay peta derajat urbanisasi dengan peta lahan terbangun dan peta kepadatan penduduk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) kawasan dengan tingkat urbanisasi tinggi terkonsentrasi di Kota Surakarta sebagai pusat perkotaan, sedangkan wilayah di sekitarnya berkembang sebagai kawasan klaster perkotaan dan peri-urban dengan pola ekspansi kawasan terbangun yang cenderung tersebar. 2) Hasil analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa lahan terbangun dan kepadatan penduduk merupakan faktor yang berpengaruh signifikan terhadap derajat urbanisasi. 3) Arahan pengembangan urbanisasi dalam bentuk zonasi pengembangan wilayah, yang meliputi kawasan pusat perkotaan, klaster perkotaan, kawasan peri-urban, dan wilayah perdesaan. Kesimpulan yang didapatkan adalah tingkat urbanisasi di wilayah penelitian memiliki pola yang tidak merata yang dipengaruhi oleh luas lahan terbangun dan kepadatan penduduk. Kata kunci: derajat, urbanisasi, Solo Raya, kota, desa