Abstrak
Prarancangan Pabrik Anilin dengan Proses Hidrogenasi Nitrobenzena Kapasitas 30.000 Ton/Tahun
Oleh :
Thalita Vashti Kamila - I0522108 - Fak. Teknik
Anilin merupakan senyawa amina aromatik
(C₆H₅NH₂) yang digunakan sebagai bahan baku methylene diphenylene
diisocyanate (MDI) untuk industri poliuretan, aditif karet, zat warna,
pestisida, dan prekursor farmasi. Hingga saat ini Indonesia belum memiliki
pabrik anilin sehingga kebutuhan dalam negeri masih dipenuhi melalui impor.
Oleh karena itu, dirancang pabrik anilin berkapasitas 30.000 ton/tahun yang direncanakan
mulai beroperasi pada tahun 2028 di Kawasan Krakatau Industrial Estate Cilegon
(KIEC), Banten, dengan mempertimbangkan ketersediaan bahan baku, utilitas,
transportasi, tenaga kerja, dan kedekatan pasar. Setiap kg anilin membutuhkan
1,337 kg nitrobenzena (C₆H₅NO₂) dan 0,119 kg hidrogen (H₂), serta menghasilkan
limbah cair 0,403 kg dan limbah gas 0,054 kg.Anilin diproduksi melalui hidrogenasi
nitrobenzena fase gas menggunakan katalis tembaga dengan promotor kromium dan
nikel dalam reaktor fixed bed multitube pada suhu 229,9–289,9°C, tekanan
1,2 bar, dan konversi nitrobenzena 80%. Produk reaksi didinginkan dalam
kondensor parsial, kemudian dipisahkan menggunakan separator dan dekanter. Gas
kaya hidrogen di-recycle sebesar 75% ke reaktor, sedangkan fase organik
dimurnikan dalam menara distilasi untuk menghasilkan anilin berkadar 99,65%,
sementara nitrobenzena hasil bawah di-recycle sebagai umpan proses.Unit pendukung meliputi penyediaan air,
steam, cooling tower, pendingin reaktor, udara tekan, bahan
bakar, tenaga listrik, laboratorium, dan instalasi pengolahan air limbah
(IPAL). Kebutuhan utilitas meliputi make-up air pendingin 1,701 kg/kg
produk, make-up air umpan boiler 0,334 kg/kg produk, air
konsumsi-sanitasi 0,080 kg/kg produk, saturated steam 35 bar sebesar
1,672 kg/kg produk, udara tekan 4 bar 40°C sebesar 0,014 m³/kg produk, dan
tenaga listrik 0,0863 kWh/kg produk yang dipasok dari PT PLN dengan generator
sebagai cadangan. Kebutuhan bahan bakar terdiri atas 225,016 L/jam industrial
diesel oil (IDO) untuk boiler dan 33,363 L/jam high speed diesel (HSD) untuk
generator dengan asumsi pemadaman listrik 8 jam/bulan.Pabrik berbentuk Perseroan Terbatas
(PT) dengan struktur organisasi lini dan staf, beroperasi kontinu selama 330
hari/tahun dalam tiga shift, serta didukung 161 tenaga kerja yang terdiri atas
80 karyawan shift dan 81 non-shift. Kebutuhan tenaga kerja setara
10,368 manhour/ton produk.
Analisis ekonomi menunjukkan bahwa
pabrik memiliki rate of return on investment (ROROI) sebesar 36,07%, payback
period (PBP) 1,8 tahun, discounted payback period (DPBP) 2,20 tahun,
internal rate of return (IRR) 24,69%, net present value (NPV)
sebesar Rp637.055.755.804,37, profitability value ratio (PVR) 1,91, break
even point (BEP) 43,23%, dan shut down point (SDP) 28,37% kapasitas
produksi. Berdasarkan hasil analisis ekonomi tersebut, prarancangan pabrik
anilin berkapasitas 30.000 ton/tahun layak dipertimbangkan untuk didirikan.