Abstrak


MODEL MIXED INTEGER LINEAR PROGRAMMING UNTUK PENENTUAN LOKASI FASILITAS PRODUKSI BRIKET BERBASIS SEKAM PADI DI PROVINSI JAWA TENGAH


Oleh :
Rafif Mar'ie Firdaus - I0322101 - Fak. Teknik

Kebutuhan energi yang terus meningkat mendorong pengembangan sumber energi alternatif berbasis biomassa sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Sekam padi merupakan salah satu limbah pertanian yang melimpah di Provinsi Jawa Tengah dengan potensi mencapai jutaan ton per tahun, namun pemanfaatannya sebagai bahan baku briket biomassa belum didukung oleh sistem perencanaan fasilitas produksi yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model optimasi penentuan lokasi fasilitas produksi briket berbasis sekam padi di Provinsi Jawa Tengah menggunakan pendekatan Mixed Integer Linear Programming (MILP). Model yang dikembangkan meminimalkan total biaya sistem yang mencakup biaya fasilitas, biaya operasional mesin, biaya tenaga kerja, biaya transportasi, dan biaya bahan baku, dengan mempertimbangkan ketersediaan sekam padi, kapasitas fasilitas, dan aliran distribusi bahan baku sebagai kendala. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik, Badan Pertanahan Nasional, dan berbagai sumber resmi lainnya, mencakup 35 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah sebagai kandidat lokasi fasilitas sekaligus sumber bahan baku. Model diselesaikan menggunakan perangkat lunak LINGO dan menghasilkan solusi optimal dengan total biaya minimum sebesar Rp498.526.100.000,00 dengan keputusan membuka 26 dari 35 kandidat fasilitas. Struktur biaya didominasi oleh biaya fasilitas sebesar 45,0% dan biaya operasional mesin sebesar 42,1%, sementara biaya transportasi hanya berkontribusi 2,1% dari total biaya. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa parameter total produksi sekam dan koefisien ketersediaan sekam merupakan parameter paling sensitif terhadap konfigurasi fasilitas, sementara tarif angkutan dan biaya fasilitas bersifat tidak sensitif. Kapasitas fasilitas terbukti kritis karena penurunan ekstrem berpotensi menyebabkan infeasibility model.