Abstrak
Inklusi Keuangan dan Pertumbuhan Ekonomi: Analisis Regional Provinsi di Indonesia
Oleh :
Muniya Alteza - T401908020 - Fak. Ekonomi dan Bisnis
Penelitian
ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inklusi keuangan terhadap pertumbuhan
ekonomi di Indonesia serta mengkaji peran moderasi modal manusia dalam hubungan
tersebut. Dengan mengintegrasikan perspektif pembangunan keuangan dan teori
modal manusia, studi ini menjelaskan bagaimana pemanfaatan layanan keuangan
dapat mendorong kinerja ekonomi daerah serta sejauh mana kualitas sumber daya
manusia memperkuat hubungan keduanya.Penelitian
menggunakan data panel dari 33 provinsi di Indonesia selama periode 2012–2024
dengan total 429 observasi. Pertumbuhan ekonomi diukur menggunakan Produk
Domestik Regional Bruto (PDRB) dan PDRB per kapita. Inklusi keuangan dibentuk
melalui indeks komposit yang dikonstruksi menggunakan pendekatan Principal
Component Analysis dua tahap, yang mencakup dimensi ketersediaan,
aksesibilitas, dan penggunaan layanan keuangan. Modal manusia diproksikan
melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Rata-rata Lama Sekolah (RLS), dan
Angka Partisipasi Sekolah jenjang SMA (APSSMA). Estimasi empiris dilakukan
menggunakan metode System GMM untuk mengatasi potensi endogenitas.
Hasil
penelitian menunjukkan bahwa indeks inklusi keuangan berpengaruh positif dan
signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Temuan ini konsisten pada analisis
subwilayah Indonesia Barat dan Indonesia Timur. Analisis juga menunjukkan bahwa
dimensi ketersediaan berpengaruh positif terhadap PDRB namun tidak signifikan
terhadap PDRB per kapita, sedangkan dimensi aksesibilitas dan penggunaan
berpengaruh positif signifikan terhadap kedua indikator pertumbuhan ekonomi.
Sementara itu, IPM tidak terbukti memoderasi hubungan antara inklusi keuangan
dan pertumbuhan ekonomi. Sebaliknya, Rata-rata Lama Sekolah memperkuat pengaruh
inklusi keuangan terhadap PDRB, dan Angka Partisipasi Sekolah jenjang SMA
secara signifikan memperkuat pengaruh inklusi keuangan terhadap pertumbuhan
ekonomi, baik diukur dengan PDRB maupun PDRB per kapita.