Abstrak
Perbandingan Model Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA), Neural Network Autoregressive (NNAR), dan Hibrida ARIMA-NNAR pada Peramalan Harga Minyak Mentah Indonesia
Oleh :
Salsa Dhea Anella - M0722070 - Fak. MIPA
Harga minyak mentah
Indonesia merupakan salah satu indikator penting yang memengaruhi perekonomian
nasional sehingga diperlukan model peramalan dengan performa terbaik sebagai
dasar pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan membandingkan performa model
Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA), Neural Network
Autoregressive (NNAR), dan hibrida ARIMA-NNAR dalam meramalkan harga minyak
mentah Indonesia. Data yang digunakan berupa data bulanan periode November 2018
hingga Februari 2026 sebanyak 87 observasi yang dibagi menjadi 76 data training
dan 11 data testing. Performa model dievaluasi menggunakan Mean
Absolute Percentage Error (MAPE) pada data testing. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa model ARIMA terbaik adalah ARIMA(0,1,1) dengan MAPE sebesar
4,332%, sedangkan model NNAR terbaik adalah NNAR(2,1) dengan MAPE sebesar
4,541%. Model hibrida ARIMA(1,1,0)-NNAR(2,3) menghasilkan MAPE terkecil, yaitu
3,978% sehingga memberikan performa peramalan terbaik dibandingkan model
tunggal. Namun, tidak semua kombinasi model hibrida meningkatkan performa
seperti ARIMA(0,1,1)-NNAR(2,2) yang justru menghasilkan MAPE sebesar 5,108%, lebih
besar daripada model tunggal. Hasil tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan model
hibrida bergantung pada karakteristik residu model ARIMA. Jika residu masih
mengandung pola nonlinier, NNAR dapat memodelkan pola tersebut sehingga
meningkatkan performa peramalan. Sebaliknya, jika residu tidak lagi mengandung
pola, penambahan NNAR tidak memberikan informasi tambahan dan bahkan dapat
menurunkan performa peramalan. Secara keseluruhan, model hibrida
ARIMA(1,1,0)-NNAR(2,3) merupakan model yang memiliki performa terbaik untuk
meramalkan harga minyak mentah Indonesia dalam penelitian ini.