Abstrak


Hubungan Harga Diri dan Persepsi Pelecehan Seksual dengan Asertivitas pada Pelecehan Seksual Remaja di Surakarta


Oleh :
Fahma Wijaya Sukma - P0122086 - Fak. Psikologi

Remaja menjadi kelompok yang rentan mengalami pelecehan seksual sehingga penting bagi remaja untuk memiliki asertivitas sebagai bentuk pertahanan diri. Asertivitas dilandasi oleh banyak faktor, terutama harga diri dan persepsi pelecehan seksual. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara harga diri dan persepsi pelecehan seksual dengan asertivitas pada pelecehan seksual remaja di Surakarta. Terdapat tiga variabel dalam penelitian, yaitu variabel asertivitas sebagai variabel kriterium, serta variabel harga diri dan persepsi pelecehan seksual sebagai variabel prediktor. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional. Responden dalam penelitian ini merupakan 143 siswa/i SMA & SMK dari lima kecamatan di Surakarta yang diambil melalui teknik multistage sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang berisikan skala asertivitas, Rosenberg Self Esteem Scale, dan skala Guttman LYA yang kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat hubungan positif antara harga diri dan persepsi pelecehan seksual dengan asertivitas pada pelecehan seksual (F = 6,282) dengan kontribusi sebesar 8,2%; (2) harga diri berhubungan positif dengan asertivitas pada pelecehan seksual (r = 0,181) dengan kontribusi sebesar 3,16%; (3) persepsi pelecehan seksual berhubungan positif dengan asertivitas pada pelecehan seksual (r = 0,227) dengan kontribusi sebesar 5,06%. Temuan ini menegaskan bahwa remaja dengan harga diri dan persepsi pelecehan yang tinggi akan memiliki tingkat asertivitas dalam menghadapi pelecehan seksual yang tinggi pula.