Abstrak
Perbedaan Perilaku Asertif terhadap Situasi Kekerasan Seksual pada Laki-laki dan Perempuan di Surakarta
Oleh :
Nadhifa Khansabilla - P0122163 - Fak. Psikologi
Kekerasan seksual merupakan permasalahan yang dapat dialami oleh siapa saja tanpa memandang jenis kelamin. Meskipun demikian, masih terdapat stereotip bahwa laki-laki dan perempuan memiliki kemampuan yang berbeda dalam merespons situasi kekerasan seksual secara asertif, sehingga diperlukan penelitian untuk mengkaji apakah perilaku asertif terhadap situasi kekerasan seksual berbeda berdasarkan jenis kelamin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan perilaku asertif terhadap situasi kekerasan seksual pada laki-laki dan perempuan di Surakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain komparatif. Sampel penelitian berjumlah 283 responden dengan rata-rata usia 22,65 tahun, yang terdiri atas 141 laki-laki dan 142 perempuan yang dipilih menggunakan teknik quota sampling. Data dikumpulkan menggunakan Skala Inventori Perilaku Asertif (IPA) yang dimodifikasi sesuai konteks kekerasan seksual dengan koefisien reliabilitas Cronbach's Alpha sebesar 0,772. Analisis data dilakukan menggunakan uji Mann-Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan perilaku asertif terhadap kekerasan seksual pada laki-laki dan perempuan di Surakarta (p = 0,641). Analisis tambahan juga menunjukkan tidak terdapat perbedaan berdasarkan usia (p = 0,461) maupun tingkat pendidikan (p = 0,338). Temuan ini menunjukkan bahwa jenis kelamin bukan merupakan faktor pembeda utama dalam perilaku asertif terhadap situasi kekerasan seksual.