Abstrak


Ekstensi Expectation Confirmation Model dalam Menganalisis Continuance Intention Pengguna Motor Listrik Konversi di Indonesia


Oleh :
Flavia Fayyazza Aqeela Aurora - I0322047 - Fak. Teknik

Perubahan iklim dan tingginya emisi karbon sektor transportasi mendorong pemerintah Indonesia mengakselerasi program konversi sepeda motor berbahan bakar minyak menjadi motor listrik. Namun, hingga Februari 2026 realisasi konversi baru mencapai sekitar 2.250 unit dari target 200.000 unit, sehingga diperlukan pemahaman tentang faktor-faktor yang memengaruhi keberlanjutan penggunaan motor listrik konversi. Penelitian ini mengadopsi Expectation Confirmation Model (ECM) yang diperluas dengan tiga variabel prediktor yaitu driving enjoyment, facilitating condition, dan EV performance, serta dua variabel moderasi, yaitu government support dan money worthiness. Data dikumpulkan melalui survei daring (Instagram Ads, komunitas Facebook, dan TikTok) pada Maret-Mei 2026; setelah seleksi manual dan uji outlier menggunakan Mahalanobis Distance, analisis akhir menggunakan PLS-SEM (SmartPLS 4.0) terhadap 136 responden yang pernah mencoba motor listrik konversi dan memiliki SIM. Hasil menunjukkan bahwa driving enjoyment adalah faktor paling dominan terhadap confirmation, diikuti facilitating condition, sedangkan EV performance tidak berpengaruh signifikan. Confirmation berpengaruh positif terhadap satisfaction, dan satisfaction merupakan prediktor utama continuance intention. Government support terbukti memoderasi dan memperkuat hubungan confirmation dan satisfaction, sedangkan money worthiness tidak berperan sebagai moderator yang signifikan. Penelitian menyimpulkan bahwa keberlanjutan penggunaan motor listrik konversi lebih ditentukan oleh pengalaman berkendara dan infrastruktur pendukung dibandingkan performa teknis kendaraan, dengan dukungan pemerintah sebagai faktor strategis yang memperkuat kepuasan pengguna.