Abstrak
Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Ditinjau dari Self-Efficacy Siswa Kelas IX SMP Negeri 1 Trucuk
Oleh :
Fitri Isnaini Mufidah - K1319031 - Fak. KIP
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan tingkat kemampuan berpikir kritis siswa kelas IX dalam menyelesaikan soal uraian pada materi sistem persamaan linear dua variabel pada siswa yang memiliki self-efficacy tinggi, (2) mendeskripsikan tingkat kemampuan berpikir kritis siswa kelas IX dalam menyelesaikan soal uraian pada materi sistem persamaan linear dua variabel pada siswa yang memiliki self-efficacy sedang, dan (3) mendeskripsikan tingkat kemampuan berpikir kritis siswa kelas IX dalam menyelesaikan soal uraian pada materi sistem persamaan linear dua variabel pada siswa yang memiliki self-efficacy rendah. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Data pada penelitian ini berupa data terkait kemampuan berpikir kritis siswa yang diperoleh dari wawancara berbasis tugas dan data terkait self-efficacy yang diperoleh dari angket self-efficacy. Subjek yang dipilih pada penelitian ini berjumlah 6 siswa dengan menggunakan teknik purposive sampling. Ketentuan pemilihan subjek pada penelitian ini didasarkan pada skor hasil angket self-efficacy dan pertimbangan dari hasil tes tertulis siswa. Pada kategori self-efficacy tinggi dan rendah, diambil dua siswa dengan skor hasil angket self-efficacy tertinggi dan terendah. Sedangkan pada kategori self-efficacy sedang diambil dua siswa dengan skor hasil angket self-efficacy pertengahan. Teknik uji validitas data yang digunakan adalah triangulasi waktu. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa siswa yang memiliki self-efficacy tinggi memiliki kemampuan berpikir kritis lebih baik dari siswa yang memiliki self-efficacy sedang dan siswa yang memiliki self-efficacy sedang memiliki kemampuan berpikir kritis lebih baik dari siswa yang memiliki self-efficacy rendah. Siswa dengan kemampuan berpikir kritis tinggi mampu mencapai indikator interpretation (interpretasi), analysis (analisis), evaluation (evaluasi), dan inference (inferensi). Siswa dengankemampuan berpikir kritis sedang mampu mencapai indikator analysis (analisis). Sedangkan siswa dengan kemampuan berpikir kritis rendah belum mampu mencapai semua indikator berpikir kritis. Oleh karena itu, perlu dilakukan peningkatan self-efficacy dan kemampuan berpikir kritis siswa dalam menganalisis dan menyelesaikan masalah matematika.