Abstrak


Analisis Kuat Hantar Arus Kabel Bawah Laut Dangkal Lombok – Gili Air


Oleh :
Raffi Putra Prabowo - I0722056 - Fak. Teknik

Kabel daya bawah laut merupakan komponen kritis dalam sistem distribusi tenaga listrik antarwilayah kepulauan. Interkoneksi Lombok–Gili Air melalui kabel bawah laut tegangan menengah 20 kV memerlukan evaluasi termal yang akurat, mengingat kondisi lingkungan perairan tropis Indonesia berbeda signifikan dari asumsi yang digunakan dalam standar konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh temperatur lingkungan laut terhadap distribusi temperatur, karakteristik termal, dan kuat hantar arus (KHA) kabel daya bawah laut ZTT ZS-YJQF41+OFC 3×70 mm² 12/20 kV pada rute interkoneksi Lombok–Gili Air. Metodologi penelitian menggunakan simulasi numerik berbasis Finite Element Analysis (FEA) tiga dimensi dengan perangkat lunak ANSYS, mencakup tujuh kriteria kondisi batas yang merepresentasikan kondisi standar (datasheet pabrikan, SPLN D3.024-2016, IEC 60502-2) serta kondisi aktual perairan Lombok–Gili Air pada variasi temperatur 27°C, 28,5°C, dan 30°C. Rugi-rugi dielektrik, arus pusar, dan magnetik dihitung berdasarkan standar IEC 60287 dan diinjeksikan sebagai pembangkitan panas volumetrik pada model simulasi. Hasil simulasi menunjukkan bahwa pada kondisi operasional aktual dengan kedalaman penanaman 0,8 m, temperatur maksimum konduktor kabel ZTT berkisar antara 78,42°C hingga 83,52°C pada arus injeksi 235 A, masih berada di bawah batas ketahanan termal insulasi XLPE sebesar 90°C. KHA aktual kabel ZTT pada kondisi perairan Lombok–Gili Air diestimasikan mencapai 260 A pada temperatur minimum (27°C) hingga 249 A pada temperatur maksimum (30°C), melampaui nilai nominal datasheet sebesar 235 A. Analisis komparatif terhadap kabel pembanding KMI NA2XSY 1×70 mm² menunjukkan bahwa kabel tersebut tidak aman dioperasikan pada kondisi rata-rata dan maksimum perairan setempat, dengan temperatur konduktor masing-masing mencapai 91,62°C dan 93,52°C pada arus injeksi 204 A, sehingga KHA aktualnya tereduksi menjadi 198 A. Hasil penelitian ini mengonfirmasi kelayakan termal kabel ZTT ZS-YJQF41+OFC untuk aplikasi bawah laut dangkal tropis pada rute Lombok–Gili Air, sekaligus memvalidasi urgensi penggunaan kabel bawah laut khusus dibandingkan kabel bawah tanah untuk instalasi serupa.