Abstrak


Analisis Jaringan Rute Angkutan Barang dan Infrastruktur di Kota Surakarta Pasca Pembangunan Flyover Purwosari


Oleh :
Joshua Budi Christianto - I0122098 - Fak. Teknik

Pembangunan Flyover Purwosari menyebabkan terjadinya pengalihan rute angkutan barang, yang berasal dari luar Kota Surakarta (Sukoharjodan Wonogiri) dan dari arah dalam kota, menuju arah Semarang/Jakarta. Hal ini dikarenakan angkutan barang tidak bisa melewati Flyover Purwosari tersebut dan Kota Surakarta tidak memiliki jalan lingkar luar (outer ring road) dari Selatan menuju baik ke arah barat (Jakarta) maupun ke arah timur (Surabaya). Akibatnya angkutan barang melewati jakan sekunder dan lokal yang tidak diperuntukan untuk kendaraan angkutan barang berat. Sebagai akibatnya terjadi peningkatan volume kendaraan berat yang membebani infrastruktur di rute alternatif, sehingga berpotensi memicu kemacetan dan kerusakan jalan. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung matriks asal tujuan pergerakan angkutan barang di kota Surakarta, mengevaluasi kinerja jaringan jalan, dan menilai dampak pembebanan terhadap struktur Jembatan Kreteg Gantung serta perkerasan Jalan R.E. Martadinata. Cakupan penelitian ini menggunakan data pergerakan logistik dari tahun 2023 hingga 2025. Metode analisis dan pengolahan data yang digunakan meliputi evaluasi data Sistem Izin Dispensasi Melalui Jalan Kota Surakarta (SiDjaka), pengamatan CCTV, perhitungan momen lentur gelagar jembatan, serta proyeksi kerusakan perkerasan jalan menggunakan metode Cumulative Equivalent Standard Axle (CESA). Hasil penelitian menunjukkan adanya pengalihan rute pada koridor tertentu yang berujung pada pelanggaran hierarki jalan oleh armada berat. Hal ini menurunkan kinerja jalan secara drastis, ditandai dengan ruas Jl. R.E. Martadinata yang menurun ke tingkat pelayanan F dengan derajat kejenuhan 1,01. Evaluasi struktur jembatan mengonfirmasi bahwa kapasitas momen nominal (1.859,50 kN.m) masih aman menahan momen ultimit berfaktor (1.857,19 kN.m). Namun, akumulasi beban berlebih (overloading) berdampak langsung pada perkerasan lentur Jl. R.E. Martadinata dengan nilai CESA pangkat 4 mencapai 2,25 x 105 ESA dan CESA pangkat 5 mencapai 2,94 x 105 ESA yang secara mekanis mempercepat degradasi struktural dan memangkas umur layan jalan sebelum target umur rencana 20 tahun tercapai.