Abstrak
Prarancangan Pabrik Asam Sianida dari Formamida Kapasitas 30.000 Ton/Tahun
Oleh :
Ferlisha Imaniar Ramadhany - I0522044 - Fak. Teknik
Asam sianida merupakan
senyawa organik yang banyak digunakan sebagai bahan baku pada industri
pembuatan adiponitril, aseton sianohidrin, sodium sianida, sianurik klorida,
dan metionina. Kebutuhan asam sianida dalam negeri yang masih dipenuhi melalui
impor, serta peluang ekspor yang masih terbuka mendorong pendirian pabrik asam
sianida dengan kapasitas 30.000 ton/tahun. Pabrik asam sianida direncanakan
beroperasi di Cilangkap, Purwakarta, Jawa Barat pada tahun 2029. Setiap 1 kg
produk asam sianida membutuhkan bahan baku 1,916 kg HCONH2, 0,003 kg
udara, dan 4,045 kg air serta menghasilkan 4,771 kg limbah cair dan 0,193 kg
limbah gas. Asam sianida diproduksi
melalui reaksi dehidrasi formamida fase gas yang bersifat endotermis dalam
reaktor unggun tetap (fixed bed) nonisotermal dan nonadibatis
menggunakan katalis mangan dioksida pada suhu 400℃ dan tekanan
0,13 bar, dengan konversi sebesar 96%. Produk keluaran reaktor didinginkan
melalui heat exchanger dan dinaikkan tekanannya menggunakan kompresor
hingga 1,5 bar. Produk dipisahkan
dari gas keluaran reaktor menggunakan absorber dengan pelarut air yang masuk
pada suhu 30°C. Gas yang tidak terserap oleh absorber dibuang melalui flare,
sedangkan produk yang terserap oleh absorber dimurnikan lebih lanjut
menggunakan menara distilasi. Hasil atas menara distilasi berupa asam sianida
dengan kemurnian 98,5% yang disimpan di dalam tangki penyimpanan sebagai produk,
sedangkan hasil bawah menara distilasi dialirkan ke Unit Pengolahan Limbah
(UPL).Unit pendukung proses pabrik asam sianida meliputi unit pengadaan air yang
berasal dari air sungai sebesar 8,190 L/kg produk, unit pengadaan steam sebesar
6,662 kg/kg produk pada suhu 120℃ dan tekanan 1,98 bar, unit pengadaan listrik
yang berasal dari PT Perusahaan Listrik Negara sebesar 0,509 kWh/kg produk, unit
pengadaan udara tekan sebesar 0,006 m3/kg produk pada suhu 30℃ dan
tekanan 4,05 bar, dan unit pengadaan bahan bakar berupa IDO (Industrial
Diesel Oil) sebesar 0,57 L/kg produk dan HSD (High Speed Diesel)
sebesar 0,035 L/kg produk. Pabrik juga didukung laboratorium yang mengatur mutu
bahan baku dan produk, serta limbah pabrik berupa cairan.Bentuk perusahaan yang dipilih adalah Perseroan Terbatas (PT). Sistem kerja
karyawan berdasarkan pembagian jam kerja yang terdiri dari karyawan shift
berjumlah 104 orang dan non-shift berjumlah 86 orang. Jumlah karyawan
keseluruhan adalah 190 orang.
Berdasarkan hasil analisis ekonomi diperoleh ROROI (Rate of Return on Investment)
sebesar 66,82%, IRR (Internal Rate of Return) sebesar 33,04%, NPV (Net
Present Value) sebesar Rp1.926.158.694.220,
PBP (Pay Back Period) selama 1,615 tahun, DPBP (Discounted Payback
Period) selama 1,852 tahun, BEP (Break Even Point) 40,16%,
dan SDP (Shut Down Point) 25,31%. Berdasarkan analisis ekonomi tersebut,
pabrik ini layak untuk didirikan.