Abstrak
Analisis Teknik Akurasi Lemparan Atlet Boccia Kategori BC 1 Female Pada Kejuaraan World Boccia Cup
Oleh :
Fadhilah Aisyah Salsabila - O0222052 - Fak. Keolahragaan
Fadhilah Aisyah Salsabila. O0222052. ANALISIS TEKNIK AKURASILEMPARAN ATLET BOCCIA KATEGORI BC 1 FEMALE PADAKEJUARAAN WORLD BOCCIA CUP. Tugas Akhir Skripsi. Surakarta:Fakultas keolahragaan Universitas Sebelas Maret Surakarta. April 2026.Akurasi lemparan merupakan faktor penentu paling krusial dalam pencapaianprestasi olahraga presisi tinggi seperti boccia. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui teknik akurasi lemparan dan hasil pertandingan atlet boccia kategoriBC1 Female asal Indonesia pada tiga ajang World Boccia Cup, yaitu di Pattaya(Thailand), Seoul (Korea Selatan), dan Coimbra (Portugal).Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studikasus tunggal terpancang. Subjek atau informan utama dalam penelitian ini adalahseorang atlet elit boccia kategori BC1 Female Indonesia bernama Handayani.Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan langsung secaramendalam (observasi teknis jalannya pertandingan), wawancara, serta analisisdokumen dan arsip statistik pertandingan resmi. Uji validitas data yang digunakanadalah triangulasi sumber data. Teknik analisis data dilakukan secara induktif untukmenarik kesimpulan yang mendalam dari fenomena teknis di lapangan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Dari segi teknik akurasi lemparan, atletIndonesia memiliki keunggulan performa yang sangat konsisten melalui teknikayunan bawah (throwing underhand) , pemanfaatan telapak tangan secara serempakuntuk menjaga koridor lintasan linier , serta penerapan "fase diam sejenak" (3–5detik) sebelum melempar guna membentuk stabilitas tubuh bagian atas. Atlet sangatdominan dalam kontrol jarak dekat hingga menengah (1–5 meter) , namunmengalami penurunan akurasi pada jarak jauh (di atas 6–7 meter) akibat faktorkelelahan fisik akumulatif dan jarak tempuh geografis yang jauh (jetlag). Strategipenempatan bola penghalang (blocking) menjadi kunci kecerdasan tanding taktis dilapangan. (2) Dari segi hasil pertandingan, performa adaptif ini berhasil menuntun atlet meraih medali emas pada nomor Women's Individual BC1 di World Boccia
Cup Seoul serta mempertahankan tren performa kompetitif di tingkat dunia,
meskipun pada turnamen Coimbra lawan mulai mampu mengeksploitasi kelemahan
lemparan jarak jauh.
Kesimpulan dari penelitian ini memvalidasi bahwa teknik akurasi lemparan atlet
bersifat adaptif dan ditunjang oleh pemahaman taktis yang matang. Disarankan agar
program latihan ke depan lebih difokuskan pada peningkatan efisiensi tenaga
pelepasan bola untuk jarak jauh guna meminimalisir penurunan akurasi akibat
kelelahan fisik.