Abstrak
Pengaruh Perbedaan Ketinggian Tempat Pemeliharaan Terhadap Performa Reproduksi Pada Kambing Jawarandu di Peternakan Rakyat
Oleh :
Agustien Nur Wulandari - H0522008 - Fak. Peternakan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak
perbedaan ketinggian tempat pemeliharaan terhadap performa reproduksi kambing
Jawarandu di peternakan rakyat Kabupaten Karanganyar. Parameter performa
reproduksi yang diamati meliputi umur berahi pertama, umur pertama kali
dikawinkan, lama bunting, Post Partum Estrus (PPE), Post Partum
Mating (PPM), days open, litter size, dan kidding interval.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei melalui wawancara
langsung kepada 60 peternak responden. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive
sampling yang mewakili dua kategori ketinggian, yaitu dataran tinggi
(Kecamatan Jatiyoso dan Jenawi) serta dataran rendah (Kecamatan Jaten dan
Kebakkramat). Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan
diuji menggunakan independent sample t-test. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa perbedaan ketinggian tempat tidak memberikan pengaruh
signifikan (P>0,05) terhadap sebagian besar parameter, seperti umur berahi pertama
(255,5±1,52 dan 252,4±1,51 hari), umur kawin pertama (310,3±1,91 dan 322,4±1,78
hari), lama bunting, PPE, days open, dan litter size (~2 ekor).
Namun, terdapat perbedaan signifikan (P<0,05) pada parameter Post Partum
Mating (PPM), di mana wilayah dataran tinggi menunjukkan waktu PPM yang
lebih singkat (82,1±0,62 hari) dibandingkan dataran rendah (94,3±0,54 hari). Secara
keseluruhan, ketinggian tempat di Kabupaten Karanganyar tidak berpengaruh nyata
terhadap performa reproduksi kambing Jawarandu, kecuali pada kecepatan
perkawinan kembali pasca melahirkan (PPM).