Abstrak


Prarancangan Pabrik Dimetil Eter dari Metanol dengan Proses Dehidrasi Kapasitas 9.000 Ton/Tahun


Oleh :
Nur Fajrin Ramadhan - I0519071 - Fak. Teknik

Dimetil eter (DME) merupakan produk yang berkembang pesat di Asia dan digunakan sebagai aerosol propellant kosmetik/kesehatan, campuran Liquefied Petroleum Gas (LPG) rumah tangga, serta bahan bakar turbin gas dan mesin diesel. Pabrik DME berkapasitas 9.000 ton/tahun ini direncanakan beroperasi pada tahun 2029 di Bontang, Kalimantan Timur. Setiap 1 kg metanol menghasilkan 0,496 kg DME dan 0,504 kg air. Reaksi dehidrasi metanol terjadi pada fase gas secara eksotermis dengan katalis alumina Al2O3 pada suhu 250°C–400°C dan tekanan 14,5 atm dalam reaktor fixed bed multitube non-isotermal non-adiabatis berpendingin Dowtherm A. Konversi reaktor mencapai 70% dan pemurnian menggunakan menara distilasi menghasilkan DME kemurnian 99,9%.Unit pendukung meliputi pengadaan air laut 0,046 m3/kg produk, udara tekan 25,80 m3 udara/ton produk, listrik 115,29 kWh/ton produk, bahan bakar boiler 130,01 L IDO/jam, dan generator 49,63 L HSD/jam. Pengendalian mutu didukung oleh laboratorium operasional. Pabrik berbentuk Perseroan Terbatas (PT) dengan struktur line and staff, mempekerjakan 105 karyawan (sistem shift dan non-shift) dengan kebutuhan 20,97 manhour/ton produk.Hasil analisis ekonomi menyimpulkan pabrik ini layak didirikan. Biaya produksi total sebesar Rp 42.676.303,13/ton produk dan keuntungan bersih Rp12.079.856,14/ton produk. Analisis profitabilitas non-discounted menunjukkan Payback Period (PBP) 1,05 tahun, Cummulative Cash Ratio (CCR) 5,14, Cummulative Cash Position (CCP) Rp 996.253.079.327,12, dan Rate of Return on Investment (ROROI) 77,98%. Analisis discounted menghasilkan Discounted Payback Period (DPBP) 1,17 tahun, Present Value Ratio (PVR) 3,27, Net Present Value (NPV) Rp 478.052.237.804,74, serta Discounted Cash Flow Rate of Return (DCFROR) 40,66%. Evaluasi risiko menghasilkan Break Even Point (BEP) 41,69% dan Shut Down Point (SDP) %. Kelayakan pabrik didukung oleh pengembalian modal yang sangat cepat (<1,2 tahun), margin keuntungan tinggi, nilai NPV positif yang besar, serta BEP yang rendah yang menunjukkan fleksibilitas operasional dan risiko ekonomi yang rendah.