Abstrak
Estimasi Dampak Ekonomi terhadap IKM dari Penerapan Standar Industri Hijau Berdasarkan Opini Pelaku Usaha (Studi Kasus: IKM Batik Desa Girilayu)
Oleh :
Karisa Arfina Ratri - I0322061 - Fak. Teknik
Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang bergerak
di bidang produksi batik tulis di Desa Girilayu, Kabupaten Karanganyar memiliki
potensi ekonomi dan budaya yang besar sebagai salah satu sentra batik warisan
tradisional Jawa, namun potensi ini belum terwujud secara optimal karena proses
produksi yang belum terstandarisasi, pengelolaan limbah cair pewarnaan yang
belum memadai, serta belum dimilikinya sertifikasi Standar Industri Hijau (SIH)
yang menjadi syarat akses ke pasar modern dan ekspor. Tanpa sertifikasi
tersebut, daya saing produk terbatas dan peluang perluasan pasar menjadi
terhambat. Oleh karena itu, penelitian ini mengevaluasi kelayakan ekonomi
penerapan SIH pada IKM Batik Girilayu menggunakan ISO Methodology – Economic
Benefit Standard yang dikombinasikan dengan analisis kelayakan investasi
B/C Ratio dan NPV, dengan data dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 7 decision
maker IKM dan dianalisis menggunakan model value chain Porter. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa penerapan SIH diperkirakan akan memiliki dampak
ekonomi sebesar 40–60% dengan nilai Earnings Before Interest and Tax
(EBIT) sebesar Rp40.270.625 per periode. Total biaya investasi penerapan SIH
dihitung sebesar Rp81.570.000 dengan B/C Ratio sebesar 1,344 dan NPV sebesar
Rp38.912.522, menunjukkan bahwa manfaat melebihi biaya yang dikeluarkan. Oleh
karena itu, penerapan Standar Industri Hijau pada IKM Batik di Desa Girilayu
dinyatakan layak secara ekonomi dan berpotensi meningkatkan daya saing,
efisiensi produksi, serta membuka akses pasar yang lebih luas bagi pengrajin
batik lokal.
Kata Kunci: Standar Industri Hijau, ISO Methodology, Economic Benefit
Standard, Batik, Industri Kecil dan Menengah (IKM)