Abstrak
Assessing the Relationship between Farmer Information Access and Agro-dealer Business Satisfaction in Rwanda. A Case Study of Smart Nkunganire System.
Oleh :
Uwiringiyimana Xavier - S642408006 - Fak. Pertanian
RINGKASAN
Xavier Uwiringiyimana, S642408006, 2026. Menilai Hubungan antara Akses
Informasi Petani dan Kepuasan Bisnis Pedagang Pertanian di Rwanda. Studi Kasus
Sistem Smart Nkunganire. Tesis. Pembimbing: Prof. Dr. Ir. Darsono, M.Si.,
Pembimbing Kedua: Prof. Dr. Agr. Sc. Ernoiz Antriyandarti, S.P., M.P., M.Ec. Program
Studi Magister Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret, Surakarta,
Indonesia.
Tesis ini mengkaji bagaimana Smart Nkunganire System (SNS), yaitu platform
digital nasional untuk subsidi input pertanian di Rwanda, memengaruhi kepuasan bisnis
pedagang sarana produksi pertanian (agro-dealer) sekaligus meningkatkan akses petani
terhadap informasi pertanian. Penelitian ini berangkat dari kenyataan bahwa meskipun
SNS telah mentransformasi sistem distribusi input pertanian bersubsidi, masih terdapat
keterbatasan bukti empiris mengenai bagaimana kinerja sistem tersebut memengaruhi
agro-dealer, yang memiliki peran penting dalam menyalurkan input pertanian serta
memberikan layanan konsultasi kepada petani. Oleh karena itu, penelitian ini
mengevaluasi SNS menggunakan Model Kesuksesan Sistem Informasi DeLone dan
McLean, yang mencakup enam konstruk utama, yaitu kualitas sistem, kualitas
informasi, kualitas layanan, penggunaan sistem, kepuasan pengguna, dan manfaat
bersih yang dalam penelitian ini direpresentasikan sebagai kepuasan bisnis agro-dealer.
Penelitian dilaksanakan di Distrik Gatsibo, Rwanda, dengan menggunakan
pendekatan penelitian kuantitatif. Data dikumpulkan dari para agro-dealer dan
dilengkapi dengan informasi deskriptif dari petani mengenai akses mereka terhadap
informasi pertanian dan transaksi melalui SNS. Analisis regresi berganda digunakan
untuk menguji hubungan antarvariabel yang diusulkan, sedangkan statistik deskriptif,
uji reliabilitas, analisis korelasi, serta uji asumsi klasik digunakan untuk memastikan
validitas dan reliabilitas hasil penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas sistem dan kualitas layanan
berpengaruh positif dan signifikan terhadap penggunaan Smart Nkunganire System oleh
agro-dealer. Sistem yang andal, mudah digunakan, serta didukung oleh layanan teknis
yang responsif mendorong agro-dealer untuk memanfaatkan platform secara lebih
intensif. Sebaliknya, kualitas informasi memberikan pengaruh yang lebih lemah terhadap penggunaan sistem, yang menunjukkan bahwa aspek teknis sistem dan
dukungan layanan merupakan faktor utama yang mendorong pemanfaatan platform.
Penelitian ini juga menemukan bahwa kualitas informasi dan kualitas layanan
berpengaruh positif terhadap kepuasan pengguna, sedangkan kualitas sistem tidak
memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan pengguna. Temuan ini
menunjukkan bahwa informasi yang akurat, relevan, dan tepat waktu, serta dukungan
teknis yang efektif, lebih menentukan tingkat kepuasan pengguna dibandingkan
karakteristik teknis sistem itu sendiri. Selain itu, penggunaan sistem yang lebih intensif
terbukti meningkatkan kepuasan pengguna secara signifikan, sehingga mendukung teori
DeLone dan McLean yang menyatakan bahwa penggunaan sistem yang efektif akan
meningkatkan pengalaman pengguna terhadap suatu sistem informasi.
Kontribusi utama penelitian ini adalah membuktikan bahwa penggunaan sistem
dan kepuasan pengguna secara signifikan meningkatkan kepuasan bisnis agro-dealer.
Agro-dealer yang lebih aktif menggunakan SNS dan memiliki persepsi positif terhadap
sistem menunjukkan peningkatan efisiensi operasional, kepercayaan pelanggan, serta
kinerja bisnis yang lebih baik. Meskipun penelitian ini tidak melakukan analisis mediasi
secara formal, hasil analisis regresi menunjukkan adanya jalur pengaruh tidak langsung,
di mana peningkatan kualitas sistem, kualitas informasi, dan kualitas layanan berpotensi
meningkatkan kepuasan bisnis melalui peningkatan penggunaan sistem dan kepuasan
pengguna.
Hasil analisis deskriptif juga menunjukkan bahwa sebagian besar petani
memiliki tingkat akses informasi yang sedang hingga tinggi melalui SNS, terutama
terkait ketersediaan input bersubsidi dan prosedur transaksi. Namun demikian, masih
terdapat variasi dalam aspek kejelasan, kelengkapan, dan kemudahan pemahaman
informasi yang diterima petani. Temuan ini menegaskan pentingnya peran agro-dealer
sebagai perantara yang menerjemahkan informasi digital menjadi saran praktis bagi
petani serta memperkuat komunikasi antara petani dan lembaga pemerintah.
Secara teoritis, penelitian ini memberikan kontribusi dengan memperluas
penerapan Model Kesuksesan Sistem Informasi DeLone dan McLean pada sistem
subsidi pertanian digital di kawasan Sub-Sahara Afrika. Berbeda dengan penelitian
sebelumnya yang lebih banyak berfokus pada petani atau adopsi teknologi, penelitian ini
menempatkan agro-dealer sebagai unit analisis utama dengan tetap
mempertimbangkan akses informasi petani sebagai konteks yang penting. Dengan
demikian, penelitian ini memberikan bukti empiris baru mengenai sistem informasi
pertanian digital, digitalisasi sektor pertanian, dan kolaborasi antarpemangku
kepentingan dalam sistem distribusi input pertanian di Rwanda.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, penulis merekomendasikan agar
pemerintah terus meningkatkan kualitas SNS melalui penguatan layanan dukungan
teknis, standarisasi dan pembaruan informasi pertanian secara berkala, peningkatan
keandalan sistem terutama pada musim tanam, serta pelaksanaan evaluasi sistem secara
rutin menggunakan kerangka evaluasi sistem informasi yang telah teruji. Selain itu,
pengelola SNS disarankan untuk menerapkan pendekatan desain yang berpusat pada
pengguna serta menyediakan pelatihan berkelanjutan bagi agro-dealer guna
meningkatkan kualitas pelayanan dan memperkuat hubungan antara petani dan agro
dealer. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan platform
pertanian digital tidak hanya bergantung pada kecanggihan teknologi, tetapi juga pada
kualitas informasi, kualitas layanan, dan keterlibatan pengguna secara berkelanjutan
dalam mendukung peningkatan kinerja bisnis serta pembangunan pertanian yang
berkelanjutan di Rwanda.