Abstrak
ANALISIS PENGARUH INSULASI PARSIAL TERHADAP TEMPERATURE FLUIDA KERJA PADA SISTEM PANAS BUMI LOOP TERTUTUP BERBASIS CO₂
Oleh :
Devan Priamboko - K2522020 - Fak. KIP
Devan Priamboko, K2522020.
Pembimbing: Dr. Eng. Nugroho Agung Pambudi, S.Pd., M.Eng. ANALISIS PENGARUH
INSULASI PARSIAL TERHADAP TEMPERATURE FLUIDA KERJA PADA SISTEM PANAS
BUMI LOOP TERTUTUP BERBASIS CO₂. Skripsi, Surakarta:
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret, Program Studi
Pendidikan Teknik Mesin, Mei 2026.
Penelitian ini menganalisis
pengaruh insulasi parsial pada pipa riser terhadap temperatur fluida
kerja sistem panas bumi loop tertutup berbasis CO₂ yang dioperasikan
pada kondisi superkritis (sCO₂). Simulasi numerik kondisi tunak dilakukan
dengan Python untuk 180 kombinasi variasi tekanan injeksi, temperatur injeksi,
laju alir massa, dan panjang insulasi riser, menggunakan model neraca
energi satu dimensi, perpindahan panas radial silinder majemuk, korelasi
konveksi internal, dan rugi tekan Darcy-Weisbach. Temperatur keluar fluida yang
dihasilkan berkisar 88,45–170,94°C. Pada kondisi acuan (tekanan injeksi 13 MPa,
temperatur injeksi 45°C, laju alir massa 20 kg/s), insulasi parsial 3750 m
menaikkan temperatur keluar dari 124,96°C menjadi 169,89°C, menurunkan ΔT riser dari 75,85°C
menjadi 30,92°C, dan menekan heat loss total dari 1923,47 kW menjadi
834,03 kW. Secara rata-rata, konfigurasi 3750 m memberikan kinerja termal
paling konsisten dengan temperatur keluar rata-rata 161,33°C. Seluruh 180
kombinasi menjaga tekanan operasi di atas tekanan kritis 7,38 MPa sehingga
fluida tetap berfasa superkritis, dan memenuhi kriteria kelayakan hidraulik ΔP ≤ P_in. Insulasi parsial pada
riser terbukti efektif meningkatkan temperatur fluida kerja sekaligus
menekan kehilangan panas.