Abstrak
PRARANCANGAN PABRIK SODIUM METILAT DARI METANOL DAN SODIUM HIDROKSIDA KAPASITAS 50.000 TON/TAHUN
Oleh :
Chrysalis Angelique Pambudhi - I0522027 - Fak. Teknik
Chrysalis Angelique Pambudhi, Velanda
Septiani, 2026. Prarancangan
Pabrik Sodium Metilat dari Metanol dan Sodium Hidroksida Kapasitas 50.000
Ton/Tahun. Program Studi Sarjana Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas
Sebelas Maret. Dalam industri biodiesel, salah satu bahan
tambahan yang diperlukan adalah katalis. Sodium metilat merupakan salah satu
katalis yang biasa digunakan dalam proses produksi biodiesel. Sodium metilat
memiliki rumus kimia yaitu CH3ONa. Pendirian pabrik sodium metilat
di Indonesia memiliki potensi karena tingginya kebutuhan dalam negeri dan
peluang ekspor. Pabrik dirancang dengan kapasitas 50.000 ton/tahun dan
membutuhkan bahan baku 0,48 kg larutan natrium hidroksida (NaOH) 48% dan 0,88
kg metanol 99,85% untuk menghasilkan 1 kg produk sodium metilat 30 wt%. Pabrik
direncanakan beroperasi di Kota Cilegon, Banten pada tahun 2029. Proses produksi diawali dengan penyimpanan metanol
dan larutan NaOH pada kondisi cair, kemudian metanol segar dicampurkan dengan
metanol hasil recycle sebelum direaksikan dengan larutan NaOH di dalam
dua reaktor tangki alir berpengaduk (RATB) yang disusun seri pada suhu 69 °C
dan tekanan 1 atm. Hasil reaksi selanjutnya dimurnikan menggunakan
evaporator untuk menguapkan sebagian metanol dan air. Uap hasil evaporasi
dipisahkan di dalam menara distilasi sehingga metanol dapat di-recycle
kembali ke proses, sedangkan aliran bawah diolah di unit pengolahan limbah.
Produk cair hasil evaporator didinginkan, kemudian dicampurkan dengan metanol
segar hingga diperoleh produk sodium metilat berkadar 30% berat (30 wt%),
selanjutnya disimpan di tangki penyimpanan produk. Unit pendukung
proses pabrik sodium metilat meliputi unit pengadaan air yang berasal dari PT
Krakatau Tirta Industri, unit steam, unit listrik yang berasal dari PT
Perusahaan Listrik Negara, dan unit bahan bakar yang berasal dari PT Pertamina.
Saat memproduksi 1 kg sodium metilat meliputi unit pengadaan air sebesar 0,008 m3/kg
produk, steam sebesar 3,36 kg/kg produk, tenaga listrik sebesar 0,08 kWh/kg
produk, serta bahan bakar berupa IDO (Industrial Diesel Oil) sebesar 0,22
L/kg produk dan HSD (High Speed Diesel) sebesar 0,004 L/kg produk. Pabrik
juga didukung laboratorium yang mengontrol mutu bahan baku dan produk. Pabrik sodium
metilat berbentuk Perseroan Terbatas (PT) dengan struktur organisasi line
and staff, beroperasi kontinu selama 330 hari/tahun dalam 3 shift, serta
didukung 153 tenaga kerja yang terdiri atas 84 karyawan shift dan 69 karyawan
non-shift. Hasil analisis ekonomi
diperoleh, ROROI (Rate of Return on Investment) sebesar 44,07%, PBP (Payback
Period) selama 2,32 tahun, DPBP (Discounted Payback Period) sebesar 2,68
tahun, DCFROR (Discounted Cashflow Rate of Return) 23,71%, NPV (Net Present
Value) Rp1.334.905.768.196,20, PVR (Present Value Ratio)
2,14, BEP (Break Even Point) 41,65%, dan SDP (Shutdown Point) 22,91%.
Berdasarkan analisis ekonomi, pabrik ini layak dipertimbangkan untuk didirikan.