Abstrak


Analisis dan Pemetaan Risiko pada Jalan Trengguli Sebagai Jalur Akses Menuju Candi Cetho Menggunakan Metode HIRARC


Oleh :
Alya Zahirah Rachmatullah - I0322133 - Fak. Teknik

Jalur menuju Candi Cetho merupakan akses wisata pegunungan yang memiliki karakteristik geometrik jalan berupa tanjakan dan turunan curam, tikungan tajam, serta kondisi cuaca yang dinamis seperti kabut tebal, sehingga berpotensi menimbulkan risiko keselamatan yang signifikan bagi pengguna jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko, memberikan rekomendasi pengendalian risiko, serta memetakan distribusi bahaya secara spasial pada jalur menuju Candi Cetho, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Metode yang digunakan adalah HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control) melalui tahapan identifikasi bahaya, penilaian risiko menggunakan parameter likelihood dan severity, serta penentuan pengendalian risiko berdasarkan prinsip Hierarchy of Control. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara dengan pemandu lokal dan wisatawan, serta dokumentasi foto dan pencatatan koordinat GPS. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 13 potensi bahaya pada jalur tersebut dengan distribusi tingkat risiko terdiri dari 1 kategori medium, 5 kategori high, dan 7 kategori extreme. Dua bahaya dengan nilai risiko tertinggi (R=20) adalah turunan yang curam di sekitar pemukiman dan jurang dan pertigaan yang menanjak dan menghadap ke jurang. Rekomendasi pengendalian meliputi pemasangan rambu lalu lintas sesuai Permenhub No. 13 Tahun 2014, penyempurnaan guard rail, pemasangan marka jalan, penetapan titik inspeksi kendaraan, dan pembangunan escape area pada daerah turunan paling kritis. Hasil penilaian risiko selanjutnya dipetakan secara spasial menggunakan QGIS untuk menentukan prioritas intervensi berdasarkan lokasi dan tingkat bahaya. Penerapan rekomendasi pengendalian risiko diharapkan dapat meningkatkan keselamatan pengguna jalan dan mendukung pengelolaan destinasi wisata yang lebih aman dan berkelanjutan.