Abstrak
MAKNA DAN INTERPRETASI SURAT WASIAT BUNUH DIRI BERBAHASA JAWA : KAJIAN SEMANTIK
Oleh :
Rahmadhani Putri Saraswati - B0122066 - Fak. Ilmu Budaya
ABSTRAK
Rahmadhani Putri Saraswati. B0122066. 2026. Makna dan Interpretasi Surat
Wasiat Bunuh Diri berbahasa Jawa: Kajian Semantik. Skripsi: Program Studi
Sastra Daerah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sebelas Maret
Permasalahan yang dibahas pada penelitian ini adalah: (i) Bagaimanakah
makna leksikal, gramatikal, dan kontekstual yang terkandung dalam surat wasiat
bunuh diri berbahasa Jawa? (ii) Apasajakah faktor-faktor yang melatarbelakangi
tindak bunuh diri yang terkandung dalam surat wasiat bunuh diri berbahasa Jawa?
(iii)Bagaimakah interpretasi dan motivasi penulis melalukan tindakan bunuh diri
dalam surat wasiat bunuh diri berbahasa Jawa? Tujuan penelitian ini mencangkup tiga
hal, yakni: (i) Menganalisis makna semantik, baik secara leksikal, gramatikal dan
konstekstual, yang terkandung dalam surat wasiat bunuh diri berbahasa Jawa. (ii)
Menganalisis faktor-faktor yang melatarbelakangi tindak bunuh diri yang terkandung
dalam surat wasiat bunuh diri berbahasa Jawa. (iii) Menginterpretasikan motivasi
penulis melakukan tindak bunuh diri dalam surat wasiat bunuh diri berbahasa Jawa.
Data Penelitian berupa tuturan dalam surat wasiat bunuh diri yang diperoleh
dari portal berita daring. Penelitian ini merupakan penelitian deksriptif kualitatif.
Pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode observasi
(metode simak) dengan teknik catat. Metode analisis data yang digunakan adalah
metode padan melalui teknik dasar Pilah Unsur Penentu (PUP) serta teknik lanjutan
Hubung Banding Menyamakan (HBS) dan Hubung Banding Membedakan (HBB).
Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa makna leksikal didominasi oleh
kosakata permintaan maaf, keputusasaan, dan relasi afektif, makna gramatikal
menempatkan penutur sebagai subjek lemah dengan tanggung jawab personal, serta
makna kontekstual mengarah pada pesan perpisahan implisit. Selain itu, tindakan
bunuh diri dilatarbelakangi oleh faktor psikologis, ekonomi, dan konflik relasi, serta
interpretasi dan motivasi pelaku menunjukkan bahwa tindakan bunuh diri dipengaruhi
oleh berbagai faktor yang saling berkaitan, meliputi tekanan emosional, kondisi
psikologis, konflik sosial, dan perasaan menjadi beban bagi orang lain.