Abstrak
PERJALANAN SPIRITUAL DALAM SERAT ASMARA SUPI KOLEKSI STAATSBIBLIOTHEK ZU BERLIN (SUATU TINJAUAN FILOLOGIS DAN ISI)
Oleh :
Karunia Salsabila - B0122045 - Fak. Ilmu Budaya
Karunia Salsabila. B0122045. 2026. Perjalanan Spiritual dalam Serat Asmara Supi Koleksi Staatsbibliothek Zu Berlin. Skripsi: Program Studi Sastra Daerah FakultasIlmu Budaya Universitas Sebelas Maret.Permasalahan dalam penelitian ini adalah 1) bagaimana bentuk teks SeratAsmara Supi yang bebas dari kesalahan sesuai dengan langkah kerja filologi, 2) bagaimana perjalanan spiritual Raden Asmara Supi pada teks Serat Asmara Supi. Tujuan penelitian ini 1) menyajikan suntingan teks naskah naskah Serat Asmara Supi yang bersih dari kesalahan, 2) mengungkapkan perjalanan spiritual RadenAsmara Supi pada teks Serat Asmara Supi.Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupasuntingan teks naskah Serat Asmara Supi, varian-varian yang ditemukan, dan kutipan teks yang secara tematik merepresentasikan syari’at, thariqat, hakikat, dan ma’rifat beserta dengan konteks naratif yang menyertainya. Sumber data dalampenelitian ini adalah naskah Serat Asmara Supi. Metode dan teknik pengumpulandata dalam penelitian ini melalui 1) inventarisasi naskah, 2) deskripsi naskah, 3) transliterasi. Teknik analisis data dilakukan dengan dua cara, yaitu 1) analisis datasecara filologis meliputi kritik teks dan suntingan teks, 2) teknik analisis isimenggunakan model interaktif yaitu interaksi antara tiga komponen analisis antaralain reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan.Hasil penemuan data dan analisis isi dalam penelitian ini dapat disimpulkan dalam naskah Serat Asmara Supi ditemukan sejumlah 842 varian, dengan rincian: a) 505 kasus varian adisi, b) 251 kasus varian lakuna, c) 22 kasus varian kesalahan metrum tembang, d) 50 kasus varian hiperkorek, e) 11 kasus varian ketidak konsistenan penulisan, dan f) 3 kasus varian substitusi. Pada kajian isi disimpulkannaskah Serat Asmara Supi menunjukkan bahwa perjalanan spiritual Raden AsmaraSupi dalam mencari obat bagi Putri Purbaningsih merepresentasikan tiga tahapantasawuf menuju ma’rifat Allah. Tahap syari’at direpresentasikan dari konsistensimenjalankan sholat, tahap thariqat direpresentasikan dari pertemuan dan pertarungan dengan hewan-hewan sebagai tanda spiritual, tahap hakikat direpresentasikan dari kemampuan menahan hawa nafsu dan kesadaran batin dalamperang sabil, puncak ma’rifat direpresentasikan dengan keberhasilannyamenyembuhkan Putri Purbaningsih dan berujung pada pernikahan keduanyasebagai simbol penyatuan lahir dan batin antara hamba dengan Tuhan.