Abstrak


Gingerwood Latte: Analisis Kelayakan Usaha dan Strategi Pemasaran Produk Serbuk Minuman Herbal Susu Jahe (Zingiber officinale Rosc.) dan Secang (Caesalpinia sappan L.) sebagai Peningkat Daya Tahan Tubuh


Oleh :
Maratik Nur Sholihah - V4123054 - Sekolah Vokasi

Indonesia memiliki kurang lebih 30.000 spesies tumbuhan maupun sumber daya laut, sebagian tumbuhan dapat berpotensi sebagai tanaman obat. Kekayaan sumber daya alam telah lama dimanfaatkan masyarakat Indonesia sebagai bahan pengobatan tradisional. Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan mendorong meningkatnya konsumsi minuman herbal. Jahe dan secang adalah bahan herbal yang kaya akan senyawa antioksidan dan berpotensi untuk dikembangkan menjadi produk minuman instan yang praktis dan bernilai tambah. Gingerwood Latte hadir sebagai produk inovasi jahe, secang, dan susu yang bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan menghangatkan. Tugas akhir ini bertujuan untuk mengembangkan produk Gingerwood Latte berbahan susu, jahe, dan secang, serta menganalisis kelayakan usaha dan menyusun strategi pemasaran yang tepat. Metode pelaksanaan tugas akhir dimulai dari formulasi produk, uji organoleptik dan hedonik untuk menentukan formulasi terbaik, survei kebutuhan pasar, analisis keunggulan produk dan kompetitor, analisis SWOT menggunakan matriks IFAS dan EFAS, pemasaran produk berdasarkan analisis STP dan bauran pemasaran, serta analisis usaha. Hasil menunjukkan bahwa formulasi terpilih memperoleh tingkat penerimaan konsumen yang baik berdasarkan parameter warna, aroma, dan rasa. Analisis SWOT menghasilkan nilai IFAS sebesar 1,05 dan EFAS sebesar 1,10 sehingga usaha berada di Kuadran I (strategi SO), yang menunjukkan bahwa usaha memiliki kekuatan internal dan peluang eksternal untuk pengembangan produk lebih lanjut. Strategi pemasaran difokuskan dengan memanfaatkan keunggulan produk dari bahan alami, memiliki cita rasa unik, harga terjangkau, dan kemasan praktis dengan kantong teh untuk memenuhi tren peningkatan konsumsi minuman herbal serta kebutuhan konsumen terhadap produk yang mudah disajikan. Analisis kelayakan usaha Gingerwood Latte menunjukkan bahwa produksi sebanyak 150 sachet dengan harga Rp. 3.500/pcs layak untuk dikembangkan lebih lanjut karena mendatangkan keuntungan dengan nilai BEP unit 130, BEP harga Rp. 3.029, R/C ratio 1,15, dan B/C ratio 0,15. Berdasarkan hasil kegiatan, produk Gingerwood Latte berpotensi dan layak untuk dikembangkan sebagai minuman herbal instan yang diminati konsumen dan memiliki prospek usaha yang baik dengan penerapan strategi pemasaran yang tepat.