Abstrak


Strategi Komunikasi Penyuluhan Pertanian dalam Program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) di Kelompok Wanita Tani (KWT) Anggrek Desa Mulur Kecamatan Bendosari Kabupaten Sukoharjo


Oleh :
Jhohana Khisma Nur Mutmainah - H0422057 - Fak. Pertanian

Peningkatan kebutuhan pangan nasional mendorong pelaksanaan Program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) untuk memperkuat ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan pekarangan. Kabupaten Sukoharjo berkomitmen tinggi terhadap ketahanan pangan melalui penghargaan ISNA 2025 dalam kategori Inovasi Ketahanan Pangan Terbaik. Kecamatan Bendosari salah satu wilayah di Sukoharjo yang meraih IKP terbaik tahun 2021 dan memiliki potensi pekarangan yang besar, namun pemanfaatannya belum optimal sehingga diperlukan penyuluhan pertanian untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat. KWT Anggrek Desa Mulur sebagai pelaksana program P2B yang menunjukkan keberhasilan panen menarik untuk dikaji terkait strategi komunikasi penyuluhan yang diterapkan. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik sosial budaya masyarakat Desa Mulur, strategi komunikasi penyuluhan pertanian dalam program P2B, faktor pendukung dan penghambat strategi komunikasi penyuluhan program P2B, serta perubahan perilaku anggota setelah dilaksanakannya penyuluhan program P2B di KWT Anggrek Desa Mulur Kecamatan Bendosari Kabupaten Sukoharjo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui wawancara, observasi, dan dokumenstasi yang kemudian dianalisis dengan model Miles dan Huberman. Validitas data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik sosial budaya masyarakat Desa Mulur mendukung pelaksanaan penyuluhan program P2B. Strategi komunikasi yang diterapkan meliputi mengenal khalayak, menyusun pesan, menentukan metode, memilih media, dan menghasilkan efek komunikasi. Keberhasilan strategi komunikasi didukung oleh kredibilitas penyuluh, kejelasan pesan, kesesuaian metode dan media, antusiasme sasaran, serta dukungan kelembagaan. Meskipun masih terdapat hambatan sosio-psikologis, semantik, dan ekologis, penyuluhan program P2B di KWT Anggrek berhasil mendorong perubahan perilaku pada aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan anggota KWT, terutama dalam budidaya hidroponik, pembuatan pupuk organik cair, dan pestisida nabati secara mandiri.