Abstrak
Implementasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) pada Teknisi Service Area Sragen PT Telkom Akses
Oleh :
Dicky Muhamad Febri Zuhawan - V1623030 - Sekolah Vokasi
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi aspek krusial bagi teknisi lapangan di perusahaan infrastruktur telekomunikasi yang menghadapi risiko kerja tinggi. Kementerian Ketenagakerjaan RI mencatat 462.241 kasus kecelakaan kerja sepanjang 2024, menegaskan pentingnya penerapan Sistem Manajemen K3 (SMK3) secara terstruktur. Penelitian ini menganalisis implementasi SMK3 pada teknisi Service Area Sragen PT Telkom Akses beserta upaya perusahaan mengatasi hambatannya guna mendukung target zero accident. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur terhadap empat informan (purposive sampling), observasi non-partisipan, dan telaah dokumen perusahaan, dengan keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber bersama Head of Service Area (HSA). Analisis mengacu pada model interaktif Miles dan Huberman.Hasil penelitian menunjukkan implementasi SMK3 berjalan sistematis dan adaptif, mencakup sosialisasi kebijakan, komitmen pimpinan, identifikasi bahaya melalui JSA, penyediaan APD, pelatihan berkala, prosedur darurat, pengelolaan limbah, dan program PHBS. Hambatan utama meliputi tekanan waktu operasional, keterlambatan penggantian APD, disparitas kesadaran K3, serta kondisi lapangan yang dinamis, yang direspons melalui SOP adaptif, coaching teknisi senior, dan sistem pelaporan insiden digital berbasis no-blame culture. Implementasi SMK3 dinilai positif oleh seluruh informan dan berdampak nyata terhadap perilaku keselamatan teknisi. Perbaikan yang disarankan mencakup penguatan pengawasan kontraktor mitra, peningkatan frekuensi pelatihan K3 menjadi minimal dua kali per tahun, penyediaan stok APD cadangan, dan pemanfaatan teknologi keselamatan digital seperti wearable safety device. Penelitian selanjutnya disarankan memperluas informan ke level supervisi dan mengadopsi pendekatan mixed methods.