Abstrak


PENGARUH PROJECT-BASED LEARNING BERBASIS DICODING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DALAM PEMROGRAMAN APLIKASI ANDROID


Oleh :
Seli Agustina - K3522076 - Fak. KIP

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Project-Based Learning (PjBL) berbasis Dicoding terhadap kemampuan berpikir kreatif mahasiswa dalam pemrograman aplikasi Android, serta (2) mengetahui besarnya pengaruh penerapan PjBL berbasis Dicoding dibandingkan dengan PjBL konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif jenis ex post facto (komparasi kausal). Populasi penelitian melibatkan mahasiswa di Universitas Sebelas Maret, dengan sampel terdiri dari kelompok kriteria (Prodi Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer) dan kelompok pembanding (Prodi Informatika). Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes post-test berupa soal uraian terbuka yang berfokus pada analisis logika dan penalaran pemrograman Android. Guna menjaga objektivitas penilaian, hasil tes dievaluasi menggunakan metode multi-rater melibatkan tiga model AI berbeda. Analisis data untuk pengujian hipotesis menggunakan uji statistik non-parametrik Mann-Whitney U dan uji effect size. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, penerapan model PjBL berbasis Dicoding secara signifikan berpengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan berpikir kreatif mahasiswa dalam pemrograman Android (p < 0,001). Kedua, penerapan PjBL berbasis Dicoding memberikan pengaruh yang lebih besar terhadap kemampuan berpikir kreatif mahasiswa dibandingkan PjBL konvensional, ditunjukkan dengan hasil uji effect size sebesar 0,31 yang termasuk dalam kategori sedang. Integrasi platform Dicoding mampu menutupi keterbatasan manajemen waktu dan fasilitas pada model konvensional sekaligus memperkuat teori konstruktivisme melalui ekosistem digital yang mandiri. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan untuk memanfaatkan ekosistem digital yang terstruktur guna mengatasi kendala manajemen waktu dan keterbatasan fasilitas fisik yang sering ditemui pada model PjBL konvensional.