Abstrak


Analisis Karakteristik Volumetrik Dan Marshall Campuran HRS-WC dengan Substitusi Material Agregat Halus Menggunakan Palm Oil Clinker (POC)


Oleh :
Faradillah Ariana Suryadi - I0122074 - Fak. Teknik

Hot Rolled Sheet-Wearing Course (HRS-WC) merupakan campuran beraspal panas yang bergradasi senjang, yang digunakan sebagai lapis aus perkerasan jalan. Karakteristik gradasi senjang memberikan fleksibilitas yang tinggi karena penggunaan kadar aspal yang relatif besar. Namun, dominasi agregat halus dan aspal menyebabkan interlocking antaragregat berkurang sehingga stabilitas campuran cenderung lebih rendah. Berbagai penelitian telah dilakukan untuk meningkatkan stabilitas campuran HRS-WC melalui substitusi agregat halus menggunakan berbagai material, seperti limbah plastik, crumb rubber, pasir silika, dan lain-lain. Penelitian ini juga mengkaji substitusi agregat halus pada campuran HRS-WC, namun menggunakan Palm Oil Clinker (POC) sebagai material substitusi. Berdasarkan penelitian terdahulu, POC merupakan limbah padat hasil pembakaran serat dan cangkang kelapa sawit yang memiliki tekstur permukaan kasar dan berpori sehingga berpotensi meningkatkan interlocking antaragregat pada campuran beraspal. Metode yang dilakukan adalah dengan cara mensubstitusi agregat halus menggunakan POC sebesar 0%, 30%, 40%, dan 50% terhadap volume agregat halus. Selanjutnya dilakukan pengujian karakteristik volumetrik dan Marshall yang meliputi densitas, Voids in Mix (VIM), Voids in Mineral Aggregate (VMA), Voids Filled with Bitumen (VFB), stabilitas, flow, dan Marshall Quotient (MQ) mengacu pada Spesifikasi Umum Bina Marga 2025. Kadar Aspal Optimum (KAO) yang diperoleh pada campuran konvensional adalah sebesar 7,11%, sedangkan campuran dengan substitusi POC 30%, 40%, dan 50% berturut-turut memiliki KAO sebesar 6,55%, 6,64%, dan 6,75%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campuran dengan substitusi POC sebesar 40% memberikan hasil terbaik dengan nilai stabilitas sebesar 1669,63 kg, flow sebesar 4,02 mm, MQ sebesar 422,63 kg/mm, VIM sebesar 4,00%, VMA sebesar 22,10%, dan VFB sebesar 79,42%, serta memenuhi persyaratan Spesifikasi Umum Bina Marga 2025. Dengan demikian, POC layak digunakan sebagai substitusi agregat halus pada campuran HRS-WC dengan kadar substitusi optimum sebesar 40%.