Abstrak
Model Promosi Dan Literasi Kesehatan Pada Perilaku Pencegahan Tuberculosis Serta Kualitas Hidup Pasien Tuberculosi Di Kota Surakarta
Oleh :
Sri Sugiarsi - T632302010 - Sekolah Pascasarjana
Tuberkulosis
(TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat global, termasuk di Indonesia
yang memiliki beban kasus tinggi. Perilaku pencegahan TB dan kualitas hidup
pasien dipengaruhi oleh berbagai faktor individu, sosial, budaya, dan
institusional. Namun, penelitian sebelumnya umumnya masih mengkaji
faktor-faktor tersebut secara parsial dan belum mengintegrasikan literasi
kesehatan, literasi media, health belief, social cognitive, dan dukungan sosial
dalam satu model komprehensif. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan
menguji model integratif promosi dan literasi kesehatan pada perilaku
pencegahan tuberkulosis serta kualitas hidup pasien TB di Kota Surakarta. Penelitian
menggunakan desain mixed methods konvergen dengan pengumpulan data kuantitatif
dan kualitatif secara paralel. Pendekatan kuantitatif dilakukan melalui survei
pada pasien TB di fasilitas kesehatan primer menggunakan instrumen yang telah
diuji validitas dan reliabilitasnya. Variabel penelitian meliputi health
literacy, media literacy, health belief, social cognitive, social support,
perilaku pencegahan TB, dan kualitas hidup. Analisis data dilakukan menggunakan
Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Pendekatan
kualitatif dilakukan melalui wawancara mendalam dan Focus Group Discussion
(FGD) dengan pasien TB, tenaga kesehatan, kader kesehatan, dan tokoh
masyarakat. Analisis kualitatif dilakukan secara tematik dan diintegrasikan
dengan hasil kuantitatif melalui meta-inferensi.
Hasil
penelitian menunjukkan bahwa social cognitive merupakan prediktor langsung
terkuat terhadap perilaku pencegahan TB (β = 0,407; p < 0,001), diikuti
health belief (β = 0,308; p < 0,001) dan health literacy (β = 0,281; p <
0,001). Literasi media dan dukungan sosial berpengaruh tidak langsung melalui
mediasi social cognitive. Hasil kualitatif mengidentifikasi tema sosial-budaya
dan institusional, meliputi stigma, tekanan ekonomi, norma sosial, serta peran
tenaga kesehatan dan kader dalam memperkuat literasi dan efikasi diri pasien.
Perilaku pencegahan TB juga berpengaruh signifikan terhadap kualitas hidup
pasien (β = 0,26; p < 0,01). Penelitian ini menghasilkan model promosi dan
literasi kesehatan berbasis Input–Process–Output (IPO) yang integratif dan
kontekstual. Kesimpulan bahwa perilaku pencegahan tuberkulosis dan kualitas
hidup pasien dipengaruhi oleh interaksi antara faktor individu dan faktor
sosial yang dimediasi melalui proses promosi kesehatan. Berdasarkan sintesis
hasil penelitian kuantitatif dan kualitatif, dirumuskan model promosi dan
literasi kesehatan berbasis Input–Process–Output (IPO) sebagai kerangka
konseptual dalam pengembangan strategi promosi kesehatan tuberkulosis yang
integratif, kontekstual, dan berkelanjutan pada pelayanan kesehatan primer.