Abstrak
Analisis Perubahan Sistem Distribusi Beras SPHP Berbasis Pemesanan Digital di Pasar Kanigoro Kabupaten Blitar
Oleh :
Bashrotul Muhya - V1223015 - Sekolah Vokasi
Perubahan distribusi
beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari sistem yang didukung
pihak ketiga logistik menjadi pemesanan mandiri berbasis digital mengubah
mekanisme distribusi di tingkat pasar. Penelitian ini berfokus pada Pasar
Kanigoro Kabupaten Blitar, dengan data Kabupaten Blitar digunakan sebagai
konteks pendukung untuk membaca perubahan penyaluran dan partisipasi pedagang.
Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perubahan sistem distribusi beras
SPHP berbasis pemesanan digital, faktor yang memengaruhi efektivitas
distribusi, serta dampaknya terhadap aktivitas dan partisipasi pedagang pasar.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan
desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan satu pihak
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Blitar serta tiga pedagang pasar,
didukung dokumentasi dropping beras SPHP tahun 2024–2025 dan data
pedagang aktif sebelum dan sesudah digitalisasi. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa total dropping beras SPHP di pasar wilayah Kabupaten Blitar
meningkat dari 124.500 kg pada tahun 2024 menjadi 221.375 kg pada tahun 2025.
Pada Pasar Kanigoro, dropping meningkat dari 24.850 kg menjadi 83.100
kg. Namun, jumlah pedagang aktif di Kabupaten Blitar menurun dari 79 menjadi 26
pedagang, sedangkan di Pasar Kanigoro menurun dari 15 menjadi 11 pedagang.
Temuan ini menunjukkan bahwa pemesanan digital membuat aliran informasi menjadi
lebih langsung, tetapi aliran barang berubah karena pedagang harus mengambil
beras secara mandiri. Beban transportasi, biaya pengambilan, jarak, kemampuan
menggunakan aplikasi, dan pengawasan distribusi menjadi faktor yang memengaruhi
efektivitas distribusi. Peningkatan dropping belum otomatis menunjukkan
pemerataan distribusi karena partisipasi pedagang mengalami perubahan.
Implikasi praktis penelitian ini adalah perlunya pendampingan penggunaan
aplikasi, pengaturan pengambilan barang yang lebih sesuai dengan kondisi
pedagang, serta pengawasan distribusi agar penyaluran beras SPHP lebih efektif
di tingkat pasar.