Abstrak
Optimasi Formula Ibuprofen dalam Sistem Dispersi Padat dengan Variasi PVP K-30 dan HPMC Menggunakan Box-Behnken Design
Oleh :
Rifka Noer Atmandita Sari - M0622061 - Fak. MIPA
Ibuprofen merupakan obat yang termasuk dalam Biopharmaceutics Classification System (BCS) kelas II dengan sifat kelarutan rendah dalam air membatasi laju disolusinya. Pada penelitian ini, sistem dispersi padat dengan variasi perbandingan polyvinylpyrrolidone (PVP) K-30 dan hydroxypropyl methylcellulose (HPMC) dibuat untuk meningkatkan kelarutan ibuprofen. Selain pemilihan polimer yang tepat, penentuan rasio antara obat dengan polimer merupakan tahap kritis dalam pembuatan sistem dispersi padat. Maka dari itu, Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh formula optimum dispersi padat ibuprofen dengan kombinasi PVP K-30 dan HPMC menggunakan Box-Behnken Design (BBD), menganalisis pengaruh perbandingan konsentrasi polimer terhadap kelarutan ibuprofen, mengkarakterisasi formula optimum dispersi padat, serta memperoleh profil laju disolusi formula optimum dispersi padat ibuprofen. Dispersi padat dibuat melalui metode solvent evaporation dan BBD digunakan untuk mengoptimasi jumlah PVP K-30, HPMC, dan rasio obat:polimer terhadap kelarutan. Formula optimum kemudian dikarakterisasi menggunakan Scanning Electron Microscopy (SEM), Fourier Transform Infrared (FTIR), dan X-Ray Diffractometry (XRD) untuk mengevaluasi karakteristik dispersi padat yang dihasilkan serta dilakukan uji disolusi untuk memperoleh profil disolusi formula optimum dispersi padat. Hasil penelitian menunjukkan formula optimum diperoleh pada komposisi PVP K-30 60 mg, HPMC 100 mg, dan rasio obat:polimer 0,5 melalui BBD. Hubungan ketiganya digambarkan melalui model 2 Factors Interaction (2FI) yang telah dikonfirmasi dengan uji kelarutan aktual untuk membuktikan validitasnya. Formula optimum tersebut menunjukkan hasil karakterisasi SEM, FTIR, dan XRD dengan karakteristik penurunan kristalinitas ibuprofen serta menghasilkan profil disolusi pada menit ke-180 yang lebih tinggi dibandingkan ibuprofen murni dan physical mixture. Secara keseluruhan, variasi PVP K-30 dan HPMC pada sistem dispersi padat mampu menghasikan dispersi padat ibuprofen dengan kelarutan dan laju disolusi yang lebih baik dan penggunaan BBD terbukti andal dalam memprediksi formula optimal.