Abstrak


Analisis Pengendalian Risiko Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) pada Proses Produksi Furnitur Berbasis Metode HIRA dan HAZOP (Studi Kasus: UD ABC)


Oleh :
Katon Adiluhung - I0322063 - Fak. Teknik

Berbagai tahapan dalam produksi furnitur menyimpan potensi bahaya yang, jika tidak ditangani secara tepat, dapat berujung pada kecelakaan kerja. UD ABC merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produksi furnitur berbahan dasar kayu dengan aktivitas produksi meliputi pemotongan, assembly, pendempulan, pengamplasan, pengecatan, finishing, dan packaging. Aktivitas tersebut melibatkan penggunaan alat kerja, material, serta metode kerja yang berpotensi menimbulkan risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko pada setiap aktivitas kerja, serta memberikan usulan pengendalian risiko pada proses produksi furnitur di UD ABC dengan menggunakan kombinasi Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA) dan Hazard and Operability Study (HAZOP). Metode HIRA digunakan untuk mengidentifikasi potensi bahaya dan menilai tingkat risiko berdasarkan parameter likelihood dan severity, sedangkan metode HAZOP digunakan untuk menganalisis deviasi proses, penyebab, konsekuensi, serta merumuskan usulan pengendalian risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 27 potensi bahaya pada proses produksi furnitur di UD ABC dengan distribusi tingkat risiko yaitu 7,4% kategori low, 40,7% kategori medium, 40,7% kategori high, dan 11,1% kategori extreme. Risiko tinggi dan ekstrem terutama berasal dari penggunaan alat kerja tajam, postur kerja yang tidak ergonomis, aktivitas kerja manual dalam durasi lama, serta kondisi lingkungan kerja yang kurang aman. Usulan pengendalian risiko meliputi pemasangan machine guarding, perbaikan desain meja kerja ergonomis, penerapan sistem housekeeping, pelatihan K3, safety briefing, pengaturan rotasi kerja, serta penggunaan alat pelindung diri (APD).