;

Abstrak


HUBUNGAN CHRONONUTRITION, EMOTIONAL EATING, DAN KONTROL DIRI DENGAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI


Oleh :
Meryance Sinaga - S532408006 - Fak. Kedokteran

Meryance Sinaga. S532408006. Hubungan Chrononutrition, Emotional Eating, Dan Kontrol Diri Dengan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi. Pembimbing I: Prof. Dr. Eti Poncorini Pamungkasari, dr., M.Pd. Pembimbing II: Dr. Tri Rejeki Andayani, S. Psi., M. Si. Program Studi Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret. Surakarta.

ABSTRAK
Latar Belakang: Prevalensi hipertensi di Kota Surakarta tinggi dan terus meningkat. Selain terapi farmakologis, tekanan darah berkaitan dengan perilaku makan, yaitu keteraturan waktu makan (chrononutrition), emotional eating, dan kontrol diri, yang masih jarang dikaji bersamaan pada pasien hipertensi.
Tujuan: Menganalisis hubungan chrononutrition, emotional eating, dan kontrol diri dengan tekanan darah pada pasien hipertensi, baik secara simultan maupun parsial.
Metode: Penelitian observasional analitik potong lintang pada 115 pasien hipertensi berstatus gizi normal di enam Puskesmas Kecamatan Banjarsari, Surakarta, yang dipilih secara proportionate stratified dan simple random sampling. Data dikumpulkan melalui Chrononutrition Questionnaire, Emotional Eater Questionnaire, Brief Self-Control Scale, dan pengukuran tekanan darah, lalu dianalisis dengan regresi logistik ordinal.
Hasil: Chrononutrition yang kurang baik meningkatkan risiko tekanan darah lebih tinggi sebesar 3,77 kali (OR=3,77; p=0,006), kontrol diri rendah sebesar 20,76 kali (OR=20,76; p<0>
regresi menjelaskan 64,7% variasi kategori tekanan darah.
Kesimpulan: Chrononutrition kurang baik, emotional eating tinggi, dan kontrol diri rendah berhubungan signifikan dengan tekanan darah, baik simultan maupun parsial, dengan kontrol diri sebagai prediktor terkuat. Hal ini menunjukkan bahwan pengendalian hipertensi perlu menjangkau lebih sekadar dari pemberian obat, namun perlu juga keteraturan waktu makan, pengelolaan emosi, dan kemampuan menahan diri terhadap -situasi yang memicu perilaku makan tidak sehat.