Abstrak
ANALISIS MODEL INFORMATION MOTIVATION BEHAVIOR SKILL TERHADAP PERILAKU IBU DALAM PENGASUHAN BALITA DAN KEJADIAN STUNTING DI KEPULAUAN TANIMBAR MALUKU
Oleh :
Marlina Josefina Malisngorar - S022408008 - Fak. Kedokteran
Latar
Belakang: Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih
menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia, khususnya di wilayah
kepulauan seperti Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku. Kejadian stunting
dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya perilaku ibu dalam pengasuhan
balita. Model Information–Motivation–Behavioral Skill (IMB) digunakan
untuk menjelaskan perilaku kesehatan melalui komponen informasi, motivasi, dan
keterampilan perilaku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh
model IMB terhadap perilaku ibu dalam pengasuhan balita dan kejadian stunting.Subjek
dan Metode:
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional.
Subjek penelitian adalah ibu yang memiliki balita di Kabupaten Kepulauan
Tanimbar yang dipilih menggunakan teknik Proportionate
Stratified Random Sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 200 responden.
Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan
reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS dan path analysis dengan program Stata 13
untuk melihat pengaruh langsung dan tidak langsung antar variabel.Hasil: Hasil
penelitian menunjukkan bahwa informasi berpengaruh langsung terhadap perilaku
ibu (β= 0,438; p<0,001), motivasi berpengaruh langsung terhadap perilaku ibu
(β= 0,096; p= 0,009), dan keterampilan perilaku memiliki pengaruh terbesar
terhadap perilaku ibu (β= 0,503; p<0,001). Perilaku ibu juga berpengaruh
langsung terhadap kejadian stunting (β= 0,046; p<0,001). Model SEM
menunjukkan tingkat kesesuaian yang baik (Chi-square p= 0,780; RMSEA= 0,000;
CFI= 1,000; TLI= 1,006; SRMR= 0,002; CD= 0,957).
Kesimpulan: Model Information–Motivation–Behavioral
Skill (IMB) dapat digunakan sebagai pendekatan perilaku dalam meningkatkan
pengasuhan balita dan pencegahan stunting. Intervensi berbasis IMB yang
memperhatikan informasi, motivasi, dan keterampilan ibu direkomendasikan dalam
upaya pencegahan stunting di wilayah kepulauan.