Abstrak
PENGARUH PENGGUNAAN NECK COOLING TERHADAP TINGKAT HEAT STRAIN PADA PEKERJA DIVISI PRODUKSI MEBEL DI PT X KARANGANYAR
Oleh :
Miralda Puteri Difani - V8122056 - Sekolah Vokasi
Miralda Puteri Difani, V8122056, 2026. Pengaruh Penggunaan Neck Cooling Terhadap Tingkat Heat
Strain Pada Pekerja Divisi Produksi Mebel di PT X Karanganyar. Sarjana
Terapan Keselamatan Kesehatan Kerja, Sekolah Vokasi, Universitas Sebelas Maret,
Surakarta.
Latar Belakang : Pekerja
divisi produksi mebel di PT X menggunakan oven untuk mengeringkan kayu dan dan uv
coating untuk finishing mebel. Kedua alat tersebut menghasilkan panas, ditambah dengan panas dari
aktivitas tubuh dan paparan sinar matahari. Hasil pengukuran Indeks Suhu Bola
Basah (ISBB) di PT X mencapai 28,7℃ sementara pengukuran beban kerja
menggunakan CVL termasuk dalam kategori beban kerja sedang (41,8%). Nilai ISBB
tersebut berada di atas NAB (≥28℃) yang menimbulkan
ketegangan panas atau heat strain pada tubuh pekerja. Upaya untuk
mengatasi heat strain adalah penggunaan neck cooling sebagai personal
protective equipment. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui pengaruh penggunaan neck
cooling terhadap tingkat heat strain pada pekerja divisi produksi
mebel di PT X Karanganyar.
Metode : Jenis penelitian ini
menggunakan quasi eksperiment dengan
pre-test post-test control groub design. Teknik pengambilan data
menggunakan purposive sampling dari 100 populasi yang memenuhi kriteria
inklusi, diperoleh 66 pekerja sebagai responden. Responden dibagi menjadi
kelompok kontrol (33) dan kelompok eksperimen (33) dengan intervensi responden
menggunakan neck cooling saat jam istirahat selama 30 menit. Pengukuran heat
strain menggunakan Physiological Strain Index berdasarkan
perhitungan denyut nadi dan suhu tubuh.
Hasil : Hasil penelitian menunjukkan usia berhubungan secara
signifikan terhadap heat strain, sedangkan jenis kelamin dan indeks
massa tubuh tidak signifikan. Responden kelompok eksperimen mengalami penurunan
heat strain dari kategori high (22 orang) dan moderate (11
orang) menjadi kategori low (31 orang). Terdapat pengaruh secara
signifikan penggunaan neck cooling terhadap penurunan tingkat heat
strain (p < 0,001).
Simpulan : Penggunaan neck cooling terbukti berpengaruh secara statistik
untuk menurunkan tingkat heat strain pada
pekerja divisi produksi mebel di PT X Karanganyar.