Abstrak


ANALISIS PENGUNGKAPAN AIR PADA PERUSAHAAN SEKTOR PERTAMBANGAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA


Oleh :
Da’i Fatahilah Dzikri - F0322037 - Fak. Ekonomi dan Bisnis

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik pengungkapan air pada perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode content analysis (analisis isi). Sampel penelitian terdiri dari 32 perusahaan pertambangan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria penelitian yang telah ditetapkan. Pengungkapan air diukur menggunakan 37 indikator pengungkapan yang diadaptasi dari Water Disclosure Index yang dikembangkan oleh Wahyuningrum et al. (2025). Analisis data dilakukan menggunakan metode penilaian biner dengan memberikan skor 1 apabila suatu indikator diungkapkan dan skor 0 apabila tidak diungkapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tingkat pengungkapan air pada perusahaan pertambangan sebesar 60%, yang mengindikasikan bahwa pengungkapan informasi terkait air masih berada pada tingkat sedang. Tingkat pengungkapan tertinggi terdapat pada dimensi penggunaan air (83%), diikuti oleh dimensi hemat air (73%), sedangkan tingkat pengungkapan terendah terdapat pada dimensi keandalan data air (48%). Selain itu, perusahaan berukuran besar memiliki tingkat pengungkapan air yang lebih tinggi dibandingkan perusahaan berukuran menengah dan kecil. Sebaliknya, profitabilitas tidak menunjukkan hubungan yang konsisten dengan praktik pengungkapan air, karena perusahaan dengan tingkat profitabilitas yang lebih rendah cenderung mengungkapkan informasi terkait air secara lebih komprehensif dibandingkan perusahaan dengan profitabilitas yang lebih tinggi. Berdasarkan kelompok jenis usaha, perusahaan yang bergerak pada kategori energi dan batubara serta logam dan mineral memiliki rata-rata tingkat pengungkapan air tertinggi, sedangkan perusahaan pada kategori shipping dan transportasi memiliki tingkat pengungkapan terendah. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan pertambangan lebih berfokus pada pengungkapan aspek operasional pengelolaan air dibandingkan penyampaian informasi mengenai keandalan data, metodologi pengukuran, dan aspek finansial pengelolaan air. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan literatur mengenai pengungkapan lingkungan serta memberikan implikasi praktis bagi x perusahaan dan regulator dalam meningkatkan kualitas, transparansi, dan kelengkapan praktik pengungkapan air pada sektor pertambangan.