Abstrak
Peran Pupuk Organik dan Mulsa terhadap Hasil dan Metabolit Sekunder Jahe Merah (Zingiber officinale var. Rubrum) dalam Sistem Agroforestri
Oleh :
Suhesti Lis Diana - H0722165 - Fak. Pertanian
Jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) merupakan tanaman obat bernilai
ekonomi tinggi yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku obat tradisional dan
minuman herbal. Peningkatan permintaan jahe merah belum diimbangi oleh
peningkatan produksi akibat alih fungsi lahan dan perubahan iklim, sehingga
diperlukan sistem budidaya yang lebih adaptif, salah satunya melalui
agroforestri. Penelitian ini bertujuan menentukan kombinasi pupuk dan
mulsa yang tepat terhadap hasil dan metabolit sekunder jahe merah pada sistem
agroforestri sengon. Penelitian dilaksanakan di Jumantono, Karanganyar pada
Mei 2025 – Februari 2026 menggunakan Rancangan Acak
Kelompok Petak Terbagi (Split Plot). Faktor
utama terdiri atas tanpa mulsa, mulsa plastik hitam perak, mulsa jerami padi,
dan cover crop Arachis pintoi, sedangkan faktor anak petak terdiri
atas lima kombinasi pupuk anorganik dan pupuk kotoran ayam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar
parameter hasil, kandungan flavonoid, dan gingerol tidak dipengaruhi secara
nyata oleh penggunaan pupuk maupun mulsa. Naungan
sengon yang menurunkan intensitas cahaya hingga ±76% diduga menjadi faktor
pembatas utama pertumbuhan. Namun, penggunaan mulsa jerami padi dan cover
crop A. pintoi menghasilkan bobot kering rimpang dan rendemen
tertinggi, masing-masing sebesar 2,46 – 2,60 ton ha⁻¹ dan 30,81 – 31,78%, sehingga berpotensi mendukung
produksi jahe merah pada sistem agroforestri.