Abstrak
PRODUKSI, DISTRIBUSI, DAN KONSUMSI KARYA SASTRA ANAK DIGITAL PADA PLATFORM LET’S READ: TINJAUAN SOSIOLOGI SASTRA ROBERT ESCARPIT
Oleh :
Masinda Nahar Kanaya - B0222043 - Fak. Ilmu Budaya
Masinda Nahar Kanaya. B0222043. 2026. Produksi, Distribusi, dan Konsumsi Karya Sastra Anak
Digital pada Platform Let’s Read: Tinjauan Sosiologi Sastra Robert Escarpit. Skripsi:
Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret
Surakarta. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa proses produksi karya sastra anak digital pada platform Let’s
Read dilakukan secara sistematis dan kolaboratif melalui tahapan BookLab
Session, seleksi karya, mentoring, penyuntingan, hingga publikasi
digital. Sistem level bacaan, fitur multibahasa, audiobook, dan
bahasa isyarat menjadi faktor yang mendukung kemudahan akses serta pemahaman
pembaca anak. Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa peran penulis dalam
menciptakan keunikan cerita tidak hanya berasal dari ide cerita, tetapi juga
dipengaruhi oleh pengalaman personal, riset, dan pengembangan bersama editor.
Kolaborasi antara penulis dan ilustrator terbukti memperkuat kualitas cerita
melalui integrasi unsur teks dan visual dalam penyampaian pesan kepada pembaca
anak. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa pembaca anak memiliki pemahaman
yang baik terhadap isi cerita serta menunjukkan ketertarikan yang tinggi
terhadap platform Let’s Read. Kemudahan penggunaan aplikasi, ilustrasi
yang menarik, keberagaman tema cerita, dan fitur pendukung menjadi faktor yang
mendorong anak menikmati dan memahami karya sastra digital sebagai bentuk
konsumsi sastra. Namun demikian, penelitian menemukan adanya beberapa
tantangan, seperti keterbatasan penerjemah bahasa daerah, proses adaptasi makna
antarbahasa, serta keterbatasan akses internet pada wilayah tertentu.
Berdasarkan hasil
penelitian, dapat disimpulkan bahwa keberhasilan sastra anak digital tidak
hanya ditentukan oleh kualitas isi cerita, tetapi juga dipengaruhi oleh proses
produksi yang terstruktur, sistem distribusi yang mudah diakses, serta tingkat
pemahaman dan ketertarikan pembaca anak terhadap karya sastra digital yang
disajikan. Ketiga aspek tersebut menunjukkan keterkaitan antara proses
produksi, distribusi, dan konsumsi sastra sebagaimana dikemukakan dalam teori
sosiologi sastra Robert Escarpit. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap
pengembangan kajian sastra digital, khususnya dalam perspektif sosiologi
sastra, serta dapat menjadi referensi bagi pengembang platform literasi digital
dalam meningkatkan kualitas layanan, aksesibilitas, dan pengalaman membaca
anak. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengkaji pengalaman pembaca
secara lebih mendalam serta mengeksplorasi pengaruh unsur visual,
interaktivitas digital, dan perilaku membaca anak terhadap konsumsi sastra
digital.