Abstrak


Fraud Hexagon Theory: Mengeksplorasi Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kecurangan Akademik dalam Penggunaan ChatGPT pada Mahasiswa Pendidikan Akuntansi


Oleh :
Eva Octavia Rahmadhani - K7722036 - Fak. KIP

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya penggunaan Artificial Intelligence berupa ChatGPT dalam kegiatan akademik yang berpotensi memicu tindak kecurangan di kalangan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi kecurangan akademik mahasiswa dalam penggunaan ChatGPT berdasarkan fraud hexagon theory. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei, melibatkan 156 responden yang dipilih melalui teknik proportionate random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis melalui uji regresi linier ganda dengan bantuan SPSS. Model hubungan antara tekanan, kesempatan, rasionalisasi, kapabilitas, arogansi, dan kolusi dengan kecurangan akademik adalah Y = 2,006 + 0,164X₁ + 0,388X₂ + 0,092X₃ − 0,012X₄ + 0,124X₅ − 0,026X₆. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan (t = 2,275; sig = 0,024) dan kesempatan (t = 5,227; sig = 0,000) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kecurangan akademik dalam penggunaan akademik. Sedangkan rasionalisasi (t = 1,457; sig = 0,147) , kapabilitas (t = -0,248; sig = 0,804) , arogansi (t = 1,841; sig = 0,068) dan kolusi (t = -0,450; sig = 0,650) tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kecurangan akademik dalam penggunaan ChatGPT. Secara simultan, keenam variabel fraud hexagon memiliki pengaruh yang signifikan (F = 40,721; sig = 0,000) dengan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,788.