Abstrak


Pengaruh Model PBL Berbantuan Digital Escape Room Terintegrasi Etnosains terhadap Keterampilan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar pada Materi Asam Basa


Oleh :
Siska Nurjanah - K3322097 - Fak. KIP

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) pengaruh model pembelajaran PBL berbantuan Digital Escape Room terintegrasi etnosains terhadap keterampilan berpikir kritis, (2) pengaruh model pembelajaran PBL berbantuan Digital Escape Room terintegrasi etnosains terhadap hasil belajar, dan (3) pengaruh model pembelajaran PBL berbantuan Digital Escape Room terintegrasi etnosains terhadap keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar pada materi asam basa SMAN 1 Sukoharjo. Metode penelitian menggunakan quasi experiment dengan desain pretest-posttest control group design. Populasi dalam penelitian adalah siswa kelas XI SMAN 1 Sukoharjo yang mendapatkan mata pelajaran kimia. Teknik pengambilan sampel dengan cluster random sampling, sehingga terpilih kelas XI-F1 sebagai kelas eksperimen (model PBL Berbantuan Digital Escape Room Terintegrasi Etnosains) sejumlah 35 siswa dan kelas XI-F2 sebagai kelas kontrol (Direct Instruction) sejumlah 36 siswa. Pengumpulan data menggunakan instrumen pretest-posttest. Analisis data dengan uji prasyarat, N-Gain, hipotesis Mann-Whitney, dan Kruskal Wallis. Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat pengaruh model pembelajaran PBL berbantuan Digital Escape Room terintegrasi etnosains terhadap keterampilan berpikir kritis pada materi asam basa dari uji Mann Whitney menunjukkan nilai Asymp Sig. (2 tailed) 0,02 < 0,05, sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Nilai N-Gain 0,67, persentase 67,43% cukup efektif meningkatkan keterampilan berpikir kritis. Peningkatan tersebut didukung oleh penerapan sintaks PBL melalui kegiatan orientasi masalah, penyelidikan kelompok, dan presentasi hasil pemecahan masalah yang dibantu Digital Escape Room, sehingga peserta didik lebih aktif menganalisis, mengevaluasi, dan menarik kesimpulan, (2) terdapat pengaruh model pembelajaran PBL berbantuan Digital Escape Room terintegrasi etnosains terhadap hasil belajar pada materi asam basa dari uji Mann Whitney menunjukkan nilai Asymp Sig. (2 tailed) 0,012 < 0,05, sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Nilai N-Gain sebesar 0,64, persentase 64,29% cukup efektif meningkatkan hasil belajar. Peningkatan ini didukung oleh keterlibatan aktif peserta didik pada sintaks PBL, seperti mengidentifikasi masalah, mencari informasi, mempresentasikan solusi, sehingga pemahaman konsep asam basa lebih bermakna dibandingkan kelas kontrol,  dan (3) terdapat pengaruh model pembelajaran PBL berbantuan Digital Escape Room terintegrasi etnosains terhadap keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar dari uji Kruskal Wallis dengan nilai Sig. 0,00 ≤ 0,05 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil tersebut menunjukkan penerapan model PBL berbantuan Digital Escape Room terintegrasi etnosains mendorong pembelajaran yang aktif melalui pemecahan masalah dan diskusi.