Abstrak
JARINGAN SOSIAL PENGELOLAAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKRO HIDRO KALI MARON DALAM MEWUJUDKAN KEMANDIRIAN ENERGI DI DESA SELOLIMAN, KABUPATEN MOJOKERTO
Oleh :
Fikri Muzakki - D0322045 - Fak. ISIP
Kebutuhan masyarakat terhadap
energi, mengakibatkan ia digolongkan ke dalam sektor krusial yang tidak hanya
dibangun, melainkan juga harus berkelanjutan. Proses transisi energi dapat
tercapai melalui banyak cara, salah satunya adalah peralihan konsumsi energi
terbarukan seperti Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro. Eksistensi pembangkit
ramah lingkungan, salah satunya dapat ditemui di Desa Seloliman yang terletak
di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Penelitian ini memiliki beberapa tujuan
yakni menjelaskan bentuk kesadaran masyarakat Seloliman, proses perubahan yang
dilakukan oleh aktor-aktor, dan reproduksi struktur masyarakat akibat aktivitas
PLTMH Kali Maron. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif melalui
pendekatan studi kasus, dengan purposive sampling sebagai teknik pemilihan
informan. Hasil temuan penelitian dilakukan melalui proses wawancara kemudian
dianalisis melalui teknik analisis deret waktu serta penggunaan teori
strukturasi pada bagian pembahasan. Penelitian ini menghasilkan temuan berupa
bahwa PLTMH Kali Maron berdiri sejak tahun 1994 telah banyak mengalami berbagai
dinamika, mulai dari perubahan pada aspek teknologi maupun pada aspek sosio
kultural masyarakat Desa Seloliman. Partisipasi masyarakat desa sedari proses
pembangunan hingga saat ini menjadi salah satu faktor pendukung pada aspek keberlanjutan
dalam mengarungi berbagai tantangan terkait keberlajutan pembangkit tersebut. Selain
itu kontribusi lintas elemen masyarakat, pun juga dengan faktor keberlanjutan
alam dalam hal ini menjadi aspek yang sama-sama krusial, mengingat operasional
PLTMH secara berkelanjutan sangat ditentukan oleh pengaruh alam. Masyarakat,
PPLH Seloliman, Paguyuban Kali Maron, dan pemerintah dalam hal ini merupakan
aktor-aktor berkesadaran yang dapat dilihat melalui keterlibatan pada
pengelolaan PLTMH Kali Maron. Selain itu PPLH Seloliman selaku lembaga swadaya
masyarakat yang memiliki fokus pada aspek keberlanjutan lingkungan, menjadi
aktor yang memiliki fokus secara mendalam mengenai aspek pengelolaan lingkungan,
sehingga perubahan mengenai PLTMH Kali Maron, serta berbagai kontribusi lintas
elemen masyarakat yang membentuk jaringan sosial pada pengelolaan PLTMH Kali
Maron. Penelitian ini terbagi atas tiga implikasi yakni secara teoritis
penggunaan teori strukturasi dapat menjelaskan keterlibatan berbagai aktor,
secara metodologis studi kasus menjadikan pembahasan dapat dilakukan secara
terperinci pada fokus penelitian, sedangkan secara empiris jaringan sosial
tidak terbentuk melalui proses singkat, melainkan bentuk kehadiran di sepanjang
aktivitas PLTMH Kali Maron.