Abstrak
Prarancangan Pabrik Dimetilsulfoksida dari Dimetilsulfida dan Hidrogen Peroksida Kapasitas 36.000 Ton/Tahun
Oleh :
Yusuf Abdullah Amar - I0522118 - Fak. Teknik
Dimetilsulfoksida adalah senyawa yang dapat digunakan sebagai
pelarut, bahan pembuatan produk pewarna, kriopreservasi, dan sebagai senyawa
pembawa obat. Satu kilogram produk dimetilsulfoksida memerlukan 1,051 kg
dimetilsulfida, 0,524 kg hidrogen peroksida, 1,136 kg air, dan 0,175 kg natrium
sulfit. Pabrik ini juga menghasilkan limbah cairan berisi air, dimetilsulfida,
dan dimetilsulfoksida sebanyak 1,885 kg dan padatan cake natrium sulfat
sebanyak 0,201 kg. Pabrik ini direncanakan berdiri pada tahun 2028 di Kecamatan Purwakarta,
Kota Cilegon, Provinsi Banten.
Dimetilsulfoksida diproduksi melalui
reaksi oksidasi dimetilsulfida dengan hidrogen peroksida. Reaksi terjadi pada
fase cair-cair di dalam reaktor alir tangki berpengaduk. Reaksi terjadi pada
kondisi isothermal dan non-adiabatis suhu 35°C dan tekanan 1 atm dengan
konversi hidrogen peroksida sebesar 91%. Reaktor dilengkapi pendingin amonia di
dalam koil. Bahan dimetilsulfida 99% akan direaksikan dengan hidrogen peroksida
50% yang sudah digabungkan dengan arus air. Kemudian netralizer
menetralkan hidrogen peroksida menggunakan natrium sulfit menjadi natrium
sulfat. Kemudian diumpankan ke evaporator untuk mengurangi kadar air
dalam garam natrium sulfat. Keluaran bawah evaporator diumpankan ke centrifuge
untuk memisahkan padatan natrium sulfat dari produk dimetilsulfoksida. Keluaran
atas evaporator akan diumpankan ke reboiled stripper untuk
dimurnikan menjadi produk bawah hingga 99,9% dengan impuritas dimetilsulfida
dan air.
Unit pendukung proses atau utilitas
pabrik ini terdiri dari unit pengadaan dan pengolahan air, pengadaan steam,
pengadaan amonia, udara tekan, listrik, dan bahan bakar. Kebutuhan spesifik
untuk 1 kg dimetilsulfoksida adalah air 0,031 m3, saturated steam
pada 27,97 bar 230°C sebanyak 3,352 kg, udara tekan 4 bar 40°C
sebesar 0,0147 kg, listrik 0,558 kWh, dan bahan bakar 0,263 kg. Sumber air
didapatkan dari PT Krakatau Tirta Industri WTP Krenceng dan listrik didapatkan
dari PT PLN.
Pabrik ini berbentuk perseroan terbatas
dengan struktur organisasi line and staff. Jumlah karyawan sebanyak 175
dengan 92 karyawan shift dan 83 karyawan non-shift. Tenaga kerja
yang dibutuhkan pabrik ini sebesar 8,75 manhour/ton produk. Berdasarkan hasil
perhitungan profitabilitas discounted diperoleh payback period (PBP)
selama 2,88 tahun, cumulative cash ratio (CCR) sebesar 2,57, dan rate
of return on investment (ROROI) sebesar 15,65%. Berdasarkan kriteria
profitabilitas discounted, yaitu: discounted payback period (DPBP)
adalah 3,39 tahun, net present value (NPV) sebesar Rp1.452.489.843.903, present
value ratio (PVR) sebesar 1,63, dan discounted cash flow rate of return
(DCFROR) sebesar 20,66%. Break even point (BEP) pabrik ini adalah 40,35%
dari kapasitas rancangan dan shut down point (SDP) sebesar 14,06%.
Berdasarkan analisis kelayakan teknologi, sosial, dan ekonomi, pabrik dimetilsulfoksida
dari dimetilsulfida dan hidrogen peroksida kapasitas 36.000 ton/tahun layak
didirikan.